Namun, masih banyak yang belum menyadari bahwa di balik kemudahannya, pesawat ternyata dinilai sebagai moda transportasi paling aman di dunia.
Keamanan dalam penerbangan bukanlah hasil dari satu faktor saja, melainkan kombinasi dari berbagai aspek, mulai dari pemeliharaan yang disiplin, dukungan teknologi mutakhir, hingga keahlian para tenaga profesional yang terlibat dalam dunia penerbangan. Data dari Aviation Safety Network memperkuat pandangan ini, bahwa tingkat keselamatan pesawat jauh lebih tinggi dibanding moda transportasi lainnya seperti mobil, kereta api, atau kapal laut.
Salah satu alasan utama di balik tingginya tingkat keamanan penerbangan adalah sistem pemeliharaan yang sangat ketat. Setiap pesawat komersial diwajibkan menjalani serangkaian pemeriksaan berkala, baik harian, mingguan, maupun per periode jam terbang tertentu. Perawatan ini dilakukan secara menyeluruh, mencakup pemeriksaan mesin, struktur pesawat, sistem kelistrikan, hingga perangkat komunikasi dan navigasi. Tujuan utamanya adalah untuk mendeteksi lebih awal potensi kerusakan atau keausan pada komponen pesawat sebelum berkembang menjadi masalah yang membahayakan.
Prosedur perawatan ini diatur dengan ketat oleh otoritas penerbangan sipil di masing-masing negara dan diawasi oleh lembaga internasional seperti ICAO (International Civil Aviation Organization). Jika ditemukan adanya kerusakan atau kegagalan fungsi pada salah satu bagian pesawat, maka pesawat tidak akan diizinkan untuk terbang hingga perbaikan selesai dan semua sistem kembali berfungsi normal.
Di sisi lain, perkembangan teknologi juga memegang peranan besar dalam menjadikan pesawat sebagai alat transportasi yang sangat aman. Sebagian besar pesawat komersial saat ini dibekali dengan dua mesin atau lebih. Bahkan jika salah satu mesin mengalami gangguan, pesawat tetap mampu melanjutkan penerbangan dengan aman menggunakan mesin lainnya. Ini adalah bagian dari konsep desain yang disebut "redundansi", yakni menyediakan sistem cadangan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kegagalan sistem utama.
Redundansi tidak hanya berlaku pada mesin, tetapi juga pada sistem-sistem penting lainnya seperti kontrol penerbangan, sistem navigasi, komunikasi, serta sistem hidrolik dan kelistrikan. Setiap elemen krusial di dalam pesawat memiliki jalur atau perangkat alternatif yang dapat langsung mengambil alih fungsi apabila sistem utama mengalami masalah. Dengan kata lain, setiap aspek operasional pesawat dirancang sedemikian rupa agar tidak terganggu hanya karena satu komponen bermasalah.
Penerbangan Langsung Singapura–Labuan Bajo Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Investasi
26 Mar 2025, 18:47 WIB
Wings Air Resmikan Penerbangan Makassar–Selayar, Perkuat Akses ke Destinasi Tersembunyi
19 Mar 2025, 18:31 WIB
BBN Airlines Indonesia Alihkan Fokus Bisnis ke Layanan Carter Pesawat Model ACMI
08 Mar 2025, 18:04 WIB
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara Demi Stabilkan Tiket Pesawat Lebaran
05 Mar 2025, 17:54 WIB
Peristiwa
25 Feb 2025, 17:37 WIB
Rute Penerbangan
20 Feb 2025, 17:21 WIB
Peristiwa
17 Feb 2025, 16:59 WIB
Peristiwa
06 Feb 2025, 16:26 WIB
Peristiwa
24 Jan 2025, 15:59 WIB
Rute Penerbangan
23 Jan 2025, 14:19 WIB
Peristiwa
10 Jan 2025, 13:50 WIB
Rute Penerbangan
07 Jan 2025, 13:03 WIB
Info Bandara
02 Jan 2025, 12:30 WIB
Info Bandara
29 Apr 2024, 13:53 WIB
Rute Penerbangan
25 Apr 2024, 13:49 WIB
Info Bandara
24 Apr 2024, 13:44 WIB
Peristiwa
23 Apr 2024, 13:39 WIB
Maskapai
23 Apr 2024, 13:35 WIB
Info Bandara
22 Apr 2024, 13:31 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:13 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:06 WIB
Regulasi
17 Apr 2024, 13:03 WIB
Maskapai
15 Apr 2024, 12:55 WIB
Info Bandara
08 Apr 2024, 12:53 WIB
Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...

Soekarno-Hatta Terpilih Sebagai Bandara dengan Pemulihan Tercepat di Asia Pasifik
Dibaca 30.400 kali