Dalam peresmian tersebut, Presiden turut didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Peresmian ini menandai babak baru dalam pengembangan infrastruktur transportasi udara di kawasan timur Indonesia, khususnya Gorontalo.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai fondasi untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. Ia menyampaikan rasa syukurnya atas rampungnya pembangunan Bandara Panua yang telah lama dinantikan masyarakat Pohuwato. Bandara ini disebutnya sebagai investasi besar pemerintah untuk membuka konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah.
Menurut Presiden, total anggaran pembangunan bandara ini mencapai Rp437 miliar. “Angka ini sangat besar dan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat akses ekonomi dan mempercepat pertumbuhan daerah,” ujar Jokowi. Ia juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur semacam ini tidak hanya ditujukan untuk kepentingan mobilitas, tetapi juga untuk mendorong kemajuan sektor lain seperti pariwisata, perdagangan, dan industri lokal.
Bandara Panua dibangun dengan sejumlah fasilitas utama seperti landasan pacu sepanjang 1.200 meter dengan lebar 30 meter, taxiway selebar 15 meter dan panjang 170 meter, serta apron berukuran 110 meter kali 70 meter. Terminal penumpangnya memiliki luas 990 meter persegi dan mampu melayani pesawat jenis ATR 72-600, yang saat ini merupakan salah satu pesawat baling-baling terbesar untuk penerbangan jarak pendek.
Namun, Presiden menilai panjang landasan pacu saat ini masih belum ideal. Ia menginginkan agar runway bandara tersebut diperpanjang agar pesawat ATR dalam kondisi penuh muatan bisa lepas landas dan mendarat dengan aman. “Tadi saya naik ATR karena pesawat kepresidenan tidak bisa mendarat di sini. Jadi saya perintahkan agar runway segera diperpanjang. Kalau bisa tahun ini, jangan sampai lewat tahun depan,” tegas Jokowi di hadapan para tamu undangan dan warga yang hadir.
Pembangunan Bandara Panua sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2015. Namun, penyelesaian proyek tersebut baru benar-benar rampung pada tahun 2024 setelah melalui berbagai tahapan pembangunan dan pembiayaan. Dari total biaya Rp437,4 miliar, sebagian di antaranya dibiayai melalui penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), yang merupakan instrumen pembiayaan syariah milik pemerintah.
Penerbangan Langsung Singapura–Labuan Bajo Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Investasi
26 Mar 2025, 18:47 WIB
Wings Air Resmikan Penerbangan Makassar–Selayar, Perkuat Akses ke Destinasi Tersembunyi
19 Mar 2025, 18:31 WIB
BBN Airlines Indonesia Alihkan Fokus Bisnis ke Layanan Carter Pesawat Model ACMI
08 Mar 2025, 18:04 WIB
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara Demi Stabilkan Tiket Pesawat Lebaran
05 Mar 2025, 17:54 WIB
Peristiwa
25 Feb 2025, 17:37 WIB
Rute Penerbangan
20 Feb 2025, 17:21 WIB
Peristiwa
17 Feb 2025, 16:59 WIB
Peristiwa
06 Feb 2025, 16:26 WIB
Peristiwa
24 Jan 2025, 15:59 WIB
Rute Penerbangan
23 Jan 2025, 14:19 WIB
Peristiwa
10 Jan 2025, 13:50 WIB
Rute Penerbangan
07 Jan 2025, 13:03 WIB
Info Bandara
02 Jan 2025, 12:30 WIB
Info Bandara
29 Apr 2024, 13:53 WIB
Rute Penerbangan
25 Apr 2024, 13:49 WIB
Info Bandara
24 Apr 2024, 13:44 WIB
Peristiwa
23 Apr 2024, 13:39 WIB
Maskapai
23 Apr 2024, 13:35 WIB
Info Bandara
22 Apr 2024, 13:31 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:13 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:06 WIB
Regulasi
17 Apr 2024, 13:03 WIB
Maskapai
15 Apr 2024, 12:55 WIB
Info Bandara
08 Apr 2024, 12:53 WIB
Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...

Soekarno-Hatta Terpilih Sebagai Bandara dengan Pemulihan Tercepat di Asia Pasifik
Dibaca 30.401 kali