Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat jaringan penerbangan domestik dan mendorong efisiensi di sektor aviasi nasional pascapandemi.
Menurut data dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, hanya segelintir bandara dari 34 yang sebelumnya berstatus internasional yang secara aktif melayani penerbangan ke luar negeri dalam rentang waktu 2015 hingga 2021. Beberapa bandara utama seperti Soekarno-Hatta di Jakarta, I Gusti Ngurah Rai di Bali, Juanda di Surabaya, Sultan Hasanuddin di Makassar, dan Kualanamu di Medan tercatat sebagai pintu utama penerbangan internasional yang konsisten beroperasi. Sementara sebagian besar bandara lainnya hanya menerima penerbangan internasional secara sporadis, bahkan ada yang sama sekali tidak aktif dalam melayani rute luar negeri.
Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, menjelaskan bahwa pencabutan status internasional ini ditujukan untuk mendukung pertumbuhan sektor penerbangan nasional yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19. Ia juga menekankan bahwa langkah ini bukanlah suatu kemunduran, melainkan bentuk penyesuaian yang juga dilakukan oleh negara-negara lain. Sebagai perbandingan, India yang memiliki lebih dari 1,4 miliar penduduk hanya mengoperasikan sekitar 35 bandara internasional.
Meskipun status internasional dicabut, Adita menegaskan bahwa bandara-bandara tersebut tetap dapat melayani penerbangan internasional dalam situasi tertentu secara temporer, seperti saat pelaksanaan ibadah haji atau kegiatan diplomatik yang bersifat terbatas. Ini menunjukkan bahwa fleksibilitas tetap diberikan kepada bandara yang memiliki potensi strategis meski tidak berstatus internasional secara permanen.
Berikut adalah daftar lengkap 17 bandara yang status internasionalnya dicabut berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan tersebut: Bandara Maimun Saleh di Sabang, Bandara Sisingamaraja XII di Silangit, Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, Bandara Raden Inten II di Bandar Lampung, Bandara H.A.S Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Bandara Adisutjipto di Sleman, Bandara Jenderal Ahmad Yani di Semarang, Bandara Adi Soemarmo di Solo, Bandara Banyuwangi, Bandara Supadio di Pontianak, Bandara Juwata di Tarakan, Bandara Syamsuddin Noor di Banjarmasin, Bandara El Tari di Kupang, Bandara Pattimura di Ambon, dan Bandara Frans Kaisiepo di Biak.
Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association (INACA), Denon Prawiraatmadja, menyambut baik langkah ini. Ia optimistis pengurangan jumlah bandara internasional justru dapat memperkuat konektivitas domestik. Menurutnya, dengan semakin fokusnya penerbangan pada bandara-bandara utama, pola penerbangan nasional akan kembali mengadopsi sistem "hub and spoke", di mana bandara besar berfungsi sebagai pusat penghubung (hub) dan bandara lainnya menjadi pengumpan (spoke).
Penerbangan Langsung Singapura–Labuan Bajo Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Investasi
26 Mar 2025, 18:47 WIB
Wings Air Resmikan Penerbangan Makassar–Selayar, Perkuat Akses ke Destinasi Tersembunyi
19 Mar 2025, 18:31 WIB
BBN Airlines Indonesia Alihkan Fokus Bisnis ke Layanan Carter Pesawat Model ACMI
08 Mar 2025, 18:04 WIB
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara Demi Stabilkan Tiket Pesawat Lebaran
05 Mar 2025, 17:54 WIB
Peristiwa
25 Feb 2025, 17:37 WIB
Rute Penerbangan
20 Feb 2025, 17:21 WIB
Peristiwa
17 Feb 2025, 16:59 WIB
Peristiwa
06 Feb 2025, 16:26 WIB
Peristiwa
24 Jan 2025, 15:59 WIB
Rute Penerbangan
23 Jan 2025, 14:19 WIB
Peristiwa
10 Jan 2025, 13:50 WIB
Rute Penerbangan
07 Jan 2025, 13:03 WIB
Info Bandara
02 Jan 2025, 12:30 WIB
Info Bandara
29 Apr 2024, 13:53 WIB
Rute Penerbangan
25 Apr 2024, 13:49 WIB
Info Bandara
24 Apr 2024, 13:44 WIB
Peristiwa
23 Apr 2024, 13:39 WIB
Maskapai
23 Apr 2024, 13:35 WIB
Info Bandara
22 Apr 2024, 13:31 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:13 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:06 WIB
Regulasi
17 Apr 2024, 13:03 WIB
Maskapai
15 Apr 2024, 12:55 WIB
Info Bandara
08 Apr 2024, 12:53 WIB
Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...

Soekarno-Hatta Terpilih Sebagai Bandara dengan Pemulihan Tercepat di Asia Pasifik
Dibaca 30.400 kali