Kepastian ini diperoleh setelah penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama dan PT Lion Mentari selaku operator Lion Air.
Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal PHU, Hilman Latief, bersama Direktur Utama PT Lion Mentari, Rudy Lumingkewas, di Ruang Sidang I Gedung Ditjen PHU, Kementerian Agama RI, yang berlokasi di Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta. Acara ini juga turut disaksikan oleh sejumlah pejabat penting dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), antara lain Abdul Haris yang menjabat sebagai Direktur Dukungan Akomodasi, Konsumsi, dan Transportasi pada Deputi Layanan Haji Dalam Negeri, serta Kepala Biro Perencanaan Organisasi BP Haji, Noer Alya Fitra. Dari pihak Kementerian Perhubungan, perwakilan Affandi Rinaldi juga turut menghadiri acara tersebut.
Penunjukan Lion Air sebagai salah satu maskapai pengangkut jemaah haji menandai tonggak baru dalam sejarah pelaksanaan ibadah haji Indonesia. Dalam keterangannya, Hilman Latief menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Lion Air dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, kehadiran maskapai ini merupakan langkah maju dalam diversifikasi layanan transportasi udara bagi jemaah tanah air.
“Kami menyambut baik kerja sama dengan PT Lion Mentari Air. Ini adalah kerja sama perdana dalam konteks pelayanan haji, dan kami melihat ini sebagai bentuk sinergi positif dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji, khususnya dari sisi transportasi udara,” ungkap Hilman Latief sebagaimana dilansir dari situs resmi Kementerian Agama pada Selasa, 25 Februari 2025.
Dalam perjanjian tersebut, Lion Air dipercaya untuk mengangkut sebanyak 11.762 jemaah haji Indonesia. Angka ini menjadi bagian dari total kuota jemaah yang akan diberangkatkan pada musim haji mendatang. Guna menjalankan tugas tersebut, Lion Air telah menyiapkan empat unit armada berbadan lebar yang tergolong baru dan berteknologi modern. Armada yang disiapkan mencakup pesawat jenis Airbus A330-300CEO dan A330-900NEO, yang masing-masing memiliki kapasitas hingga 436 penumpang.
Pesawat-pesawat tersebut diketahui memiliki usia operasional rata-rata lima hingga tujuh tahun, yang tergolong muda dalam dunia penerbangan komersial. Hal ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan maksimal dan standar keamanan tinggi bagi para jemaah selama perjalanan menuju Tanah Suci. Selain itu, Lion Air juga telah menyiapkan tim kru pesawat yang terdiri dari pilot, awak kabin, hingga teknisi penerbangan yang telah menjalani pelatihan khusus sesuai standar operasional prosedur penerbangan haji.
Penerbangan Langsung Singapura–Labuan Bajo Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Investasi
26 Mar 2025, 18:47 WIB
Wings Air Resmikan Penerbangan Makassar–Selayar, Perkuat Akses ke Destinasi Tersembunyi
19 Mar 2025, 18:31 WIB
BBN Airlines Indonesia Alihkan Fokus Bisnis ke Layanan Carter Pesawat Model ACMI
08 Mar 2025, 18:04 WIB
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara Demi Stabilkan Tiket Pesawat Lebaran
05 Mar 2025, 17:54 WIB
Peristiwa
25 Feb 2025, 17:37 WIB
Rute Penerbangan
20 Feb 2025, 17:21 WIB
Peristiwa
17 Feb 2025, 16:59 WIB
Peristiwa
06 Feb 2025, 16:26 WIB
Peristiwa
24 Jan 2025, 15:59 WIB
Rute Penerbangan
23 Jan 2025, 14:19 WIB
Peristiwa
10 Jan 2025, 13:50 WIB
Rute Penerbangan
07 Jan 2025, 13:03 WIB
Info Bandara
02 Jan 2025, 12:30 WIB
Info Bandara
29 Apr 2024, 13:53 WIB
Rute Penerbangan
25 Apr 2024, 13:49 WIB
Info Bandara
24 Apr 2024, 13:44 WIB
Peristiwa
23 Apr 2024, 13:39 WIB
Maskapai
23 Apr 2024, 13:35 WIB
Info Bandara
22 Apr 2024, 13:31 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:13 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:06 WIB
Regulasi
17 Apr 2024, 13:03 WIB
Maskapai
15 Apr 2024, 12:55 WIB
Info Bandara
08 Apr 2024, 12:53 WIB
Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...

Soekarno-Hatta Terpilih Sebagai Bandara dengan Pemulihan Tercepat di Asia Pasifik
Dibaca 30.401 kali