Menurut ahli vulkanologi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Dr. Devy Kamil Syahbana, fenomena ini mengindikasikan adanya sistem terbuka di gunung api yang memiliki ketinggian 2.981 meter di atas permukaan laut, yang memungkinkan magma naik lebih mudah ke permukaan. Hal ini juga dapat menjadi pertanda bahwa energi yang terperangkap di dalam gunung bisa segera keluar, meredakan potensi bahaya lebih lanjut.
Akibat erupsi tersebut, sebanyak delapan penerbangan terpaksa dibatalkan. Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Padang, Capt Megi H Helmiadi, mengonfirmasi bahwa penutupan Bandara Minangkabau dilakukan mulai pukul 18.00 WIB pada 29 Februari 2024 dan akan berlangsung selama enam jam, sambil menunggu evaluasi dan pemantauan lebih lanjut terkait kondisi abu vulkanik yang mengganggu jarak pandang dan operasional penerbangan.
Menurut Capt Megi, delapan penerbangan yang terdampak terdiri dari lima penerbangan kedatangan yang semuanya berasal dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng menuju Padang, serta tiga penerbangan keberangkatan dari Padang menuju Soekarno-Hatta. Penutupan bandara ini diambil demi keselamatan, karena sebaran abu vulkanik dapat membahayakan pesawat, terutama mesin pesawat yang bisa terhenti akibat partikel abu yang masuk ke sistem mesin.
Erupsi Gunung Marapi pada hari itu tercatat telah mengeluarkan tiga kali letusan besar dan 42 kali embusan. Berdasarkan laporan dari pos pengamatan Gunung Api Marapi, pada Kamis tersebut, cuaca di sekitar gunung berawan, dengan angin bertiup lemah ke arah barat daya. Asap kawah yang teramati berwarna putih dan kelabu serta memiliki intensitas tebal, naik setinggi 400 meter di atas puncak kawah.
Letusan Gunung Marapi sendiri sudah berlangsung sejak 3 Desember 2023, dan hingga kini, aktivitas vulkanik masih terus terjadi. Sebelumnya, penutupan Bandara Minangkabau juga sempat dilakukan tiga kali pada 22 Desember 2023, 5 Januari 2024, dan 19 Januari 2024, akibat dampak letusan yang mengganggu jarak pandang dan keselamatan penerbangan. Setiap kali terjadi erupsi, petugas bandara dan otoritas terkait selalu mengambil langkah hati-hati untuk memastikan keselamatan penumpang dan kru pesawat, dengan cara menutup bandara sementara waktu jika diperlukan.
Dengan kondisi ini, pihak berwenang menghimbau agar masyarakat dan calon penumpang tetap waspada dan mematuhi informasi yang diberikan oleh otoritas setempat terkait perkembangan aktivitas Gunung Marapi. Penutupan bandara adalah langkah yang sangat diperlukan untuk menghindari potensi kecelakaan yang disebabkan oleh abu vulkanik, yang bisa menghalangi visibilitas dan merusak mesin pesawat. Para penumpang yang terdampak penerbangan dibatalkan ini diharapkan untuk tetap mengikuti prosedur yang berlaku dan mendapatkan informasi lebih lanjut melalui maskapai masing-masing.
Penerbangan Langsung Singapura–Labuan Bajo Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Investasi
26 Mar 2025, 18:47 WIB
Wings Air Resmikan Penerbangan Makassar–Selayar, Perkuat Akses ke Destinasi Tersembunyi
19 Mar 2025, 18:31 WIB
BBN Airlines Indonesia Alihkan Fokus Bisnis ke Layanan Carter Pesawat Model ACMI
08 Mar 2025, 18:04 WIB
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara Demi Stabilkan Tiket Pesawat Lebaran
05 Mar 2025, 17:54 WIB
Peristiwa
25 Feb 2025, 17:37 WIB
Rute Penerbangan
20 Feb 2025, 17:21 WIB
Peristiwa
17 Feb 2025, 16:59 WIB
Peristiwa
06 Feb 2025, 16:26 WIB
Peristiwa
24 Jan 2025, 15:59 WIB
Rute Penerbangan
23 Jan 2025, 14:19 WIB
Peristiwa
10 Jan 2025, 13:50 WIB
Rute Penerbangan
07 Jan 2025, 13:03 WIB
Info Bandara
02 Jan 2025, 12:30 WIB
Info Bandara
29 Apr 2024, 13:53 WIB
Rute Penerbangan
25 Apr 2024, 13:49 WIB
Info Bandara
24 Apr 2024, 13:44 WIB
Peristiwa
23 Apr 2024, 13:39 WIB
Maskapai
23 Apr 2024, 13:35 WIB
Info Bandara
22 Apr 2024, 13:31 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:13 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:06 WIB
Regulasi
17 Apr 2024, 13:03 WIB
Maskapai
15 Apr 2024, 12:55 WIB
Info Bandara
08 Apr 2024, 12:53 WIB
Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...

Soekarno-Hatta Terpilih Sebagai Bandara dengan Pemulihan Tercepat di Asia Pasifik
Dibaca 30.400 kali