Salah satu langkah nyatanya adalah menghadirkan layanan penerbangan perintis bersubsidi yang bertujuan untuk membuka akses transportasi bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Menurut Kepala Bagian Keuangan dan Tata Usaha UPBU APT Pranoto Samarinda, Sunartopo, penerbangan perintis ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan transportasi udara bagi masyarakat yang sebelumnya sulit dijangkau. Hal ini disampaikannya dalam keterangan resmi di Samarinda, Kalimantan Timur, pada Senin (8 Februari 2024).
Sunartopo menjelaskan, penerbangan perintis menjadi solusi bagi masyarakat pedalaman yang kerap menghadapi kendala geografis ketika mengandalkan moda transportasi darat atau air, yang memerlukan waktu tempuh lama dan biaya tidak sedikit. Dengan adanya akses udara yang lebih cepat dan terjangkau, mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah.
“Penerbangan perintis ini memberikan kemudahan, tidak hanya dari sisi transportasi umum, tetapi juga dalam mendukung akses layanan kesehatan, pendidikan, dan perekonomian di daerah-daerah 3T," ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa kehadiran layanan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat daerah, khususnya yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan di Samarinda, sebagai ibu kota Kalimantan Timur. Dengan koneksi yang lebih baik, masyarakat di pelosok dapat memperluas jangkauan aktivitas ekonomi mereka, baik dalam hal perdagangan, jasa, maupun kegiatan lainnya yang mendukung kesejahteraan.
Bandara APT Pranoto saat ini mengoperasikan sebanyak 12 rute penerbangan perintis. Rute-rute tersebut di antaranya menghubungkan Samarinda dengan Long Ampung, Datah Dawai, Muara Wahau, serta Maratua. Semua rute tersebut dirancang untuk menjangkau daerah-daerah yang sebelumnya relatif terisolasi dari jaringan transportasi umum.
Untuk mengoperasikan penerbangan ini, dua maskapai ditunjuk, yaitu Susi Air dan Smart Aviation. Kedua operator ini telah berpengalaman dalam melayani penerbangan perintis di berbagai wilayah Indonesia. Harga tiket pun disesuaikan agar tetap terjangkau masyarakat, mengingat adanya subsidi dari pemerintah. Harga tiket bervariasi antara Rp247.000 hingga Rp485.660, tergantung pada rute yang dipilih.
“Adanya subsidi ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di daerah 3T. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga,” imbuh Sunartopo.
Ia juga mengingatkan bahwa penerbangan perintis tidak hanya sekadar alat transportasi, tetapi menjadi penggerak vital dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan terpencil. Transportasi udara memungkinkan masyarakat lebih cepat mendapatkan layanan kesehatan yang memadai, pendidikan yang lebih berkualitas, dan akses terhadap pasar untuk menjual hasil-hasil produk lokal mereka.
Sementara itu, salah satu pengguna layanan penerbangan perintis, Edi Setiyawan, mengungkapkan rasa syukur dan puas terhadap layanan ini. Edi, yang menggunakan rute Samarinda-Tanjung Selor, menyampaikan bahwa penerbangan perintis yang telah beroperasi sejak tahun lalu sangat membantu masyarakat.
Menurut Edi, kehadiran penerbangan ini membuat perjalanan menjadi lebih cepat dan aman. Ia menilai pelayanan dari pihak Bandara APT Pranoto juga sudah cukup baik. Selain itu, Edi menambahkan bahwa pada penerbangan perintis perdana di tahun 2024 ini, pihak bandara juga memberikan pengarahan yang jelas kepada para penumpang, sehingga membuat pengalaman terbang menjadi lebih nyaman.
“Penerbangan berjalan lancar, pelayanan juga cepat, aman, dan profesional. Kami berharap ke depan layanan ini dapat terus beroperasi secara rutin dan stabil,” katanya.
Respons positif dari pengguna layanan ini menjadi bukti bahwa kehadiran penerbangan perintis di Bandara APT Pranoto memang sangat dibutuhkan masyarakat. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan mobilitas, tetapi juga sebagai pintu masuk kemajuan bagi wilayah-wilayah 3T di Kalimantan Timur.
Dalam jangka panjang, pengelola UPBU APT Pranoto Samarinda berharap layanan penerbangan ini tidak hanya berkontribusi pada aspek transportasi, tetapi juga mampu mempercepat pemerataan pembangunan, membuka lebih banyak peluang ekonomi, serta meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di daerah-daerah yang selama ini kurang mendapat perhatian.
Dengan komitmen yang kuat dan dukungan penuh dari pemerintah, penerbangan perintis ini diharapkan terus berkembang, melayani lebih banyak rute, dan menjangkau lebih banyak komunitas yang membutuhkan. (*)
Penerbangan Langsung Singapura–Labuan Bajo Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Investasi
26 Mar 2025, 18:47 WIB
Wings Air Resmikan Penerbangan Makassar–Selayar, Perkuat Akses ke Destinasi Tersembunyi
19 Mar 2025, 18:31 WIB
BBN Airlines Indonesia Alihkan Fokus Bisnis ke Layanan Carter Pesawat Model ACMI
08 Mar 2025, 18:04 WIB
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara Demi Stabilkan Tiket Pesawat Lebaran
05 Mar 2025, 17:54 WIB
Peristiwa
25 Feb 2025, 17:37 WIB
Rute Penerbangan
20 Feb 2025, 17:21 WIB
Peristiwa
17 Feb 2025, 16:59 WIB
Peristiwa
06 Feb 2025, 16:26 WIB
Peristiwa
24 Jan 2025, 15:59 WIB
Rute Penerbangan
23 Jan 2025, 14:19 WIB
Peristiwa
10 Jan 2025, 13:50 WIB
Rute Penerbangan
07 Jan 2025, 13:03 WIB
Info Bandara
02 Jan 2025, 12:30 WIB
Info Bandara
29 Apr 2024, 13:53 WIB
Rute Penerbangan
25 Apr 2024, 13:49 WIB
Info Bandara
24 Apr 2024, 13:44 WIB
Peristiwa
23 Apr 2024, 13:39 WIB
Maskapai
23 Apr 2024, 13:35 WIB
Info Bandara
22 Apr 2024, 13:31 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:13 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:06 WIB
Regulasi
17 Apr 2024, 13:03 WIB
Maskapai
15 Apr 2024, 12:55 WIB
Info Bandara
08 Apr 2024, 12:53 WIB
Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...

Soekarno-Hatta Terpilih Sebagai Bandara dengan Pemulihan Tercepat di Asia Pasifik
Dibaca 30.328 kali