Kabar Haji 2025
Kabar Haji 2025
Home
»
Internasional
»
Detail Berita


Larangan Terbang Boeing 737 Max 9, Alaska Airlines Batalkan Ratusan Penerbangan

Foto: Alaska Air Boeing 737 Max-9. (Theaircurrent.com)
Modern Fashion
Oleh : Joko Yuwono

Jakarta, infopesawat.com – Alaska Airlines harus membatalkan ratusan penerbangan menyusul keputusan otoritas penerbangan Amerika Serikat (FAA) yang memberlakukan larangan sementara terhadap operasi 171 unit pesawat Boeing 737 MAX 9.

Langkah ini diambil setelah terjadi insiden serius di mana bagian jendela pesawat lepas saat dalam penerbangan.

Pada Minggu (7 Januari 2024), Alaska Airlines membatalkan 170 penerbangan, dan pada Senin (8 Januari 2024), 60 penerbangan tambahan turut dibatalkan. Seperti dilaporkan oleh Reuters pada hari Senin, pembatalan ini berdampak pada hampir 25.000 penumpang. Maskapai berbasis di Seattle itu menyatakan pembatalan penerbangan kemungkinan akan berlanjut hingga pertengahan minggu, seiring upaya inspeksi dan evaluasi keselamatan armada mereka.

Insiden yang memicu larangan ini terjadi pada penerbangan Alaska Airlines dari Portland, Oregon menuju Ontario, California, pada Minggu (7/1). Pesawat lepas landas pukul 17.07 waktu setempat, namun hanya 20 menit setelah mengudara, di ketinggian sekitar 16.000 kaki (4.876 meter), terjadi ledakan pada bagian badan pesawat. Ledakan itu menyebabkan salah satu jendela yang terpasang di pintu darurat terlepas, sehingga memaksa kru penerbangan untuk melakukan pendaratan darurat kembali di Bandara Internasional Portland sekitar pukul 17.27 waktu setempat.

Beberapa penumpang dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Meski belum ada korban jiwa, peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran besar tentang keselamatan Boeing 737 MAX 9, khususnya terhadap panel pintu yang digunakan.

Menanggapi insiden tersebut, FAA pada Sabtu (6/1) langsung mengeluarkan perintah penghentian operasional sementara terhadap seluruh pesawat Boeing 737 MAX 9 yang dilengkapi dengan panel pengganti pintu darurat sejenis. FAA menegaskan bahwa pesawat-pesawat tersebut tidak diperbolehkan mengudara hingga proses inspeksi menyeluruh dilakukan, serta perbaikan diselesaikan apabila ditemukan adanya kekurangan.

Dalam pernyataan resminya, FAA menegaskan bahwa larangan terbang akan tetap diberlakukan "sampai FAA benar-benar yakin bahwa pesawat-pesawat tersebut aman untuk beroperasi kembali."

Alaska Airlines sendiri memiliki sekitar 65 unit pesawat Boeing 737 MAX 9 dalam armadanya, sehingga larangan ini memberikan dampak signifikan terhadap jadwal operasional maskapai. Dalam keterangannya, Alaska Airlines menyatakan akan bekerja sama penuh dengan FAA dan Boeing untuk menjalankan inspeksi dan memastikan standar keselamatan terpenuhi.

Maskapai ini juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang yang terdampak pembatalan dan berjanji untuk memberikan kompensasi serta opsi penjadwalan ulang perjalanan. Alaska Airlines mengakui bahwa keselamatan penumpang dan kru merupakan prioritas utama mereka.

Insiden ini menjadi pukulan berat bagi Boeing, perusahaan produsen pesawat asal Amerika Serikat tersebut. Sebelumnya, Boeing telah berupaya memulihkan reputasi mereka setelah serangkaian masalah pada tipe Boeing 737 MAX beberapa tahun lalu, termasuk dua kecelakaan fatal yang melibatkan model 737 MAX 8. Kini, masalah pada 737 MAX 9 kembali menyoroti isu keselamatan produk Boeing.

Selain Alaska Airlines, maskapai lain yang mengoperasikan tipe 737 MAX 9 juga terpaksa melakukan inspeksi dan menghentikan penerbangan untuk armada mereka. FAA menyatakan bahwa tindakan ini bersifat preventif guna memastikan bahwa semua pesawat yang berpotensi memiliki masalah serupa tidak diterbangkan sebelum diperiksa.

Sejumlah pihak menilai, keputusan cepat FAA ini mencerminkan keseriusan badan regulator penerbangan dalam menangani isu keselamatan penerbangan sipil di Amerika Serikat. FAA menekankan bahwa mereka tidak akan mengambil risiko dalam hal keselamatan penumpang, dan setiap pesawat yang dinyatakan aman harus melewati serangkaian pemeriksaan teknis yang ketat.

Proses inspeksi ini mencakup pemeriksaan mendetail terhadap struktur pintu darurat, penguncian panel, serta integritas badan pesawat di area sekitar pintu. Apabila ditemukan indikasi keausan, cacat material, atau kesalahan pemasangan, perbaikan harus segera dilakukan sebelum pesawat diizinkan kembali mengudara.

Sementara itu, para analis industri memperkirakan bahwa gangguan operasional akibat larangan ini akan berdampak pada jadwal penerbangan domestik Amerika Serikat selama beberapa hari ke depan. Alaska Airlines menyatakan akan terus memperbarui informasi kepada penumpang melalui saluran resmi mereka seiring perkembangan inspeksi berlangsung.

Kasus ini juga kembali menimbulkan pertanyaan tentang sistem kontrol kualitas di pabrik Boeing serta proses sertifikasi keselamatan pesawat baru. Dalam beberapa tahun terakhir, Boeing memang berada di bawah pengawasan ketat, dan insiden ini berpotensi memperpanjang tantangan yang harus mereka hadapi dalam memulihkan kepercayaan publik dan industri terhadap produk mereka.

Saat ini, baik FAA, Boeing, maupun Alaska Airlines sedang bekerja sama erat untuk menyelesaikan inspeksi dan menentukan langkah-langkah selanjutnya. Semua pihak menegaskan komitmen mereka untuk memastikan bahwa setiap pesawat yang kembali beroperasi telah memenuhi standar keselamatan tertinggi.

Hingga ada keputusan lebih lanjut, larangan terbang untuk Boeing 737 MAX 9 tetap diberlakukan, dan FAA berjanji akan menginformasikan hasil penyelidikan kepada publik begitu seluruh pemeriksaan selesai dilakukan. (*)

Halaman :

Sorotan


Pemerintah Libatkan Lion Air Layani Penerbangan Jamaah Haji Indonesia Tahun 2025

Peristiwa

Lion Air Buka Tiga Jalur Udara Baru dari Palangkaraya ke Makassar, Bali, dan Lombok

Rute Penerbangan

Garuda Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi di Ajang Skyteam The Aviation Challenge

Peristiwa

Pesawat Latih API Lakukan Pendaratan Darurat di Pantai Banyuwangi, Dua Awak Selamat

Peristiwa

Garuda Indonesia Tambah Armada, Perkuat Layanan Penerbangan Domestik dan Internasional

Peristiwa

Pilihan Redaksi

Ini Penyebab BBN Airlines Hentikan Rute Penerbangan Jakarta-Surabaya

Rute Penerbangan

Lion Air Tambah Frekuensi Penerbangan Umrah, Siapkan 66 Jadwal Tiap Pekan

Peristiwa

Penerbangan Langsung Padang–Singapura Kembali Dibuka, Harapan Baru Pariwisata dan Ekonomi Sumbar

Rute Penerbangan

Terminal 2F Bandara Soetta Siap Layani Penerbangan Umrah Mulai Januari 2025

Info Bandara

17 Bandara Kehilangan Status Internasional, Pemerintah Fokus Perkuat Konektivitas Domestik

Info Bandara

Baca Juga

Pelita Air Resmikan Rute Baru Jakarta-Kendari, Perluas Konektivitas Udara Nasional

Rute Penerbangan

Presiden Jokowi Resmikan Bandara Panua Pohuwato, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Info Bandara

Kepatuhan Meningkat, Festival Balon Udara Wonosobo 2024 Berlangsung Aman

Peristiwa

Trigana Air Service, Maskapai Nasional yang Menjadi Penghubung Penting Nusantara

Maskapai

Bandara Sam Ratulangi Kembali Beroperasi Setelah Gunung Ruang Turun Status

Info Bandara

Berita Lainnya

Soekarno-Hatta International Airport Masuk 25 Besar Bandara Terbaik Dunia Versi Skytrax

Info Bandara

Bandar Udara Sam Ratulangi Ditutup Sementara Akibat Erupsi Gunung Ruang

Info Bandara

Pemerintah Cabut Aturan Pembatasan Barang Kiriman Pekerja Migran Indonesia

Regulasi

Merger Citilink dan Pelita Air akan Dilakukan Bersamaan dengan Proses Merger Garuda Indonesia dan InJourney

Maskapai

Penumpang di 35 Bandara InJourney Naik 21 Persen Saat Puncak Arus Mudik Lebaran 2024

Info Bandara

Internasional
Lihat Semua
Domestik
Lihat Semua