Langkah ini diambil setelah terjadi insiden serius di mana bagian jendela pesawat lepas saat dalam penerbangan.
Pada Minggu (7 Januari 2024), Alaska Airlines membatalkan 170 penerbangan, dan pada Senin (8 Januari 2024), 60 penerbangan tambahan turut dibatalkan. Seperti dilaporkan oleh Reuters pada hari Senin, pembatalan ini berdampak pada hampir 25.000 penumpang. Maskapai berbasis di Seattle itu menyatakan pembatalan penerbangan kemungkinan akan berlanjut hingga pertengahan minggu, seiring upaya inspeksi dan evaluasi keselamatan armada mereka.
Insiden yang memicu larangan ini terjadi pada penerbangan Alaska Airlines dari Portland, Oregon menuju Ontario, California, pada Minggu (7/1). Pesawat lepas landas pukul 17.07 waktu setempat, namun hanya 20 menit setelah mengudara, di ketinggian sekitar 16.000 kaki (4.876 meter), terjadi ledakan pada bagian badan pesawat. Ledakan itu menyebabkan salah satu jendela yang terpasang di pintu darurat terlepas, sehingga memaksa kru penerbangan untuk melakukan pendaratan darurat kembali di Bandara Internasional Portland sekitar pukul 17.27 waktu setempat.
Beberapa penumpang dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Meski belum ada korban jiwa, peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran besar tentang keselamatan Boeing 737 MAX 9, khususnya terhadap panel pintu yang digunakan.
Menanggapi insiden tersebut, FAA pada Sabtu (6/1) langsung mengeluarkan perintah penghentian operasional sementara terhadap seluruh pesawat Boeing 737 MAX 9 yang dilengkapi dengan panel pengganti pintu darurat sejenis. FAA menegaskan bahwa pesawat-pesawat tersebut tidak diperbolehkan mengudara hingga proses inspeksi menyeluruh dilakukan, serta perbaikan diselesaikan apabila ditemukan adanya kekurangan.
Dalam pernyataan resminya, FAA menegaskan bahwa larangan terbang akan tetap diberlakukan "sampai FAA benar-benar yakin bahwa pesawat-pesawat tersebut aman untuk beroperasi kembali."
Alaska Airlines sendiri memiliki sekitar 65 unit pesawat Boeing 737 MAX 9 dalam armadanya, sehingga larangan ini memberikan dampak signifikan terhadap jadwal operasional maskapai. Dalam keterangannya, Alaska Airlines menyatakan akan bekerja sama penuh dengan FAA dan Boeing untuk menjalankan inspeksi dan memastikan standar keselamatan terpenuhi.
Maskapai ini juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang yang terdampak pembatalan dan berjanji untuk memberikan kompensasi serta opsi penjadwalan ulang perjalanan. Alaska Airlines mengakui bahwa keselamatan penumpang dan kru merupakan prioritas utama mereka.
Insiden ini menjadi pukulan berat bagi Boeing, perusahaan produsen pesawat asal Amerika Serikat tersebut. Sebelumnya, Boeing telah berupaya memulihkan reputasi mereka setelah serangkaian masalah pada tipe Boeing 737 MAX beberapa tahun lalu, termasuk dua kecelakaan fatal yang melibatkan model 737 MAX 8. Kini, masalah pada 737 MAX 9 kembali menyoroti isu keselamatan produk Boeing.
Selain Alaska Airlines, maskapai lain yang mengoperasikan tipe 737 MAX 9 juga terpaksa melakukan inspeksi dan menghentikan penerbangan untuk armada mereka. FAA menyatakan bahwa tindakan ini bersifat preventif guna memastikan bahwa semua pesawat yang berpotensi memiliki masalah serupa tidak diterbangkan sebelum diperiksa.
Sejumlah pihak menilai, keputusan cepat FAA ini mencerminkan keseriusan badan regulator penerbangan dalam menangani isu keselamatan penerbangan sipil di Amerika Serikat. FAA menekankan bahwa mereka tidak akan mengambil risiko dalam hal keselamatan penumpang, dan setiap pesawat yang dinyatakan aman harus melewati serangkaian pemeriksaan teknis yang ketat.
Proses inspeksi ini mencakup pemeriksaan mendetail terhadap struktur pintu darurat, penguncian panel, serta integritas badan pesawat di area sekitar pintu. Apabila ditemukan indikasi keausan, cacat material, atau kesalahan pemasangan, perbaikan harus segera dilakukan sebelum pesawat diizinkan kembali mengudara.
Sementara itu, para analis industri memperkirakan bahwa gangguan operasional akibat larangan ini akan berdampak pada jadwal penerbangan domestik Amerika Serikat selama beberapa hari ke depan. Alaska Airlines menyatakan akan terus memperbarui informasi kepada penumpang melalui saluran resmi mereka seiring perkembangan inspeksi berlangsung.
Kasus ini juga kembali menimbulkan pertanyaan tentang sistem kontrol kualitas di pabrik Boeing serta proses sertifikasi keselamatan pesawat baru. Dalam beberapa tahun terakhir, Boeing memang berada di bawah pengawasan ketat, dan insiden ini berpotensi memperpanjang tantangan yang harus mereka hadapi dalam memulihkan kepercayaan publik dan industri terhadap produk mereka.
Saat ini, baik FAA, Boeing, maupun Alaska Airlines sedang bekerja sama erat untuk menyelesaikan inspeksi dan menentukan langkah-langkah selanjutnya. Semua pihak menegaskan komitmen mereka untuk memastikan bahwa setiap pesawat yang kembali beroperasi telah memenuhi standar keselamatan tertinggi.
Hingga ada keputusan lebih lanjut, larangan terbang untuk Boeing 737 MAX 9 tetap diberlakukan, dan FAA berjanji akan menginformasikan hasil penyelidikan kepada publik begitu seluruh pemeriksaan selesai dilakukan. (*)
Penerbangan Langsung Singapura–Labuan Bajo Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Investasi
26 Mar 2025, 18:47 WIB
Wings Air Resmikan Penerbangan Makassar–Selayar, Perkuat Akses ke Destinasi Tersembunyi
19 Mar 2025, 18:31 WIB
BBN Airlines Indonesia Alihkan Fokus Bisnis ke Layanan Carter Pesawat Model ACMI
08 Mar 2025, 18:04 WIB
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara Demi Stabilkan Tiket Pesawat Lebaran
05 Mar 2025, 17:54 WIB
Peristiwa
25 Feb 2025, 17:37 WIB
Rute Penerbangan
20 Feb 2025, 17:21 WIB
Peristiwa
17 Feb 2025, 16:59 WIB
Peristiwa
06 Feb 2025, 16:26 WIB
Peristiwa
24 Jan 2025, 15:59 WIB
Rute Penerbangan
23 Jan 2025, 14:19 WIB
Peristiwa
10 Jan 2025, 13:50 WIB
Rute Penerbangan
07 Jan 2025, 13:03 WIB
Info Bandara
02 Jan 2025, 12:30 WIB
Info Bandara
29 Apr 2024, 13:53 WIB
Rute Penerbangan
25 Apr 2024, 13:49 WIB
Info Bandara
24 Apr 2024, 13:44 WIB
Peristiwa
23 Apr 2024, 13:39 WIB
Maskapai
23 Apr 2024, 13:35 WIB
Info Bandara
22 Apr 2024, 13:31 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:13 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:06 WIB
Regulasi
17 Apr 2024, 13:03 WIB
Maskapai
15 Apr 2024, 12:55 WIB
Info Bandara
08 Apr 2024, 12:53 WIB
Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...

Soekarno-Hatta Terpilih Sebagai Bandara dengan Pemulihan Tercepat di Asia Pasifik
Dibaca 30.549 kali