Penutupan ini diumumkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyusul adanya sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Semeru yang terdeteksi melalui pengamatan di lapangan.
Penutupan operasional tersebut disampaikan secara resmi melalui Notice to Airmen (Notam) dengan nomor C0079/24 NOTAMC C0063/24, efektif mulai pukul 10.00 WIB. Keputusan ini diambil sebagai langkah preventif untuk menjaga keselamatan penerbangan yang dapat terganggu oleh abu vulkanik.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Maria Kristi Endah Murni, menjelaskan bahwa penutupan bandara harus dilakukan demi keselamatan penerbangan. Menurutnya, abu vulkanik berpotensi besar mengganggu kinerja mesin pesawat, bahkan dapat menyebabkan kerusakan fatal yang membahayakan penerbangan.
"Penghentian operasional ini mutlak diperlukan karena abu vulkanik dapat menghentikan kerja mesin pesawat, yang tentunya sangat membahayakan keselamatan penerbangan," ujar Kristi dalam keterangan persnya pada hari yang sama.
Untuk memastikan situasi tetap terkendali, Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan penyebaran abu vulkanik di sekitar kawasan bandara. Pengamatan dilakukan secara berkala, yakni setiap 30 menit hingga 1 jam, pada berbagai titik strategis yang berpotensi terdampak.
Selain itu, Kemenhub juga meminta kerja sama dari seluruh maskapai penerbangan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para penumpang yang terdampak. Maskapai dihimbau untuk menyediakan opsi kompensasi kepada calon penumpang, seperti pengembalian penuh biaya tiket (full refund), perubahan jadwal penerbangan (reschedule), atau pengalihan penerbangan ke bandara terdekat jika kursi masih tersedia.
Kebijakan ini diharapkan bisa meminimalisir ketidaknyamanan yang dirasakan penumpang akibat penutupan bandara secara mendadak.
Sebagai bagian dari antisipasi terhadap kejadian force majeure seperti erupsi gunung berapi, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sudah memiliki regulasi yang mengatur prosedur penanganan situasi darurat tersebut. Beberapa di antaranya adalah Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Penerbangan dalam Kondisi Force Majeure serta Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP 153 Tahun 2019 mengenai Tata Cara dan Prosedur *Collaborative Decision Making* (CDM) dalam menangani dampak abu vulkanik terhadap operasional penerbangan melalui sistem berbasis web, *Integrated Web Based Aeronautical Information System Handling* (I-WISH).
Regulasi-regulasi tersebut dirancang untuk memastikan semua pihak yang terlibat dalam industri penerbangan memiliki panduan yang jelas dalam mengambil keputusan bersama saat menghadapi situasi darurat akibat fenomena alam.
Maria Kristi juga menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Ia menyatakan bahwa koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, seperti maskapai penerbangan, pengelola bandara, serta instansi meteorologi dan vulkanologi, akan terus dilakukan untuk mengambil langkah-langkah responsif yang diperlukan.
"Kami berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Langkah-langkah yang diperlukan akan segera diambil demi menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan seluruh aktivitas penerbangan," tutup Kristi.
Penutupan sementara Bandara Abdulrachman Saleh ini menjadi langkah yang dinilai tepat mengingat potensi risiko besar yang ditimbulkan abu vulkanik terhadap keselamatan penerbangan. Abu yang terhisap mesin pesawat dapat menyebabkan kerusakan serius, mulai dari turunnya performa mesin, matinya mesin secara mendadak di udara, hingga kerusakan pada sistem navigasi dan instrumen di dalam pesawat.
Mengingat pentingnya keselamatan dalam operasional penerbangan, seluruh stakeholder diharapkan dapat memahami keputusan ini dan bersama-sama mendukung upaya mitigasi risiko yang diambil pemerintah.
Hingga saat ini, pihak berwenang terus memantau kondisi Gunung Semeru secara intensif. Data terbaru dan hasil pengamatan akan menjadi dasar dalam menentukan kapan Bandara Abdulrachman Saleh dapat dibuka kembali untuk operasional normal.
Bagi para penumpang yang telah merencanakan perjalanan melalui bandara ini, disarankan untuk terus memperbarui informasi melalui kanal resmi bandara maupun maskapai penerbangan masing-masing. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan jadwal serta memastikan kelancaran perjalanan alternatif yang mungkin diperlukan.
Situasi seperti ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam di sektor transportasi udara. Kemenhub bersama seluruh mitra kerjanya menunjukkan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama di atas segalanya.
Dengan penanganan yang terkoordinasi dan regulasi yang sudah diterapkan, diharapkan dampak dari gangguan ini dapat diminimalisir, dan aktivitas penerbangan bisa segera kembali berjalan normal setelah kondisi dinyatakan aman. (*)
Penerbangan Langsung Singapura–Labuan Bajo Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Investasi
26 Mar 2025, 18:47 WIB
Wings Air Resmikan Penerbangan Makassar–Selayar, Perkuat Akses ke Destinasi Tersembunyi
19 Mar 2025, 18:31 WIB
BBN Airlines Indonesia Alihkan Fokus Bisnis ke Layanan Carter Pesawat Model ACMI
08 Mar 2025, 18:04 WIB
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara Demi Stabilkan Tiket Pesawat Lebaran
05 Mar 2025, 17:54 WIB
Peristiwa
25 Feb 2025, 17:37 WIB
Rute Penerbangan
20 Feb 2025, 17:21 WIB
Peristiwa
17 Feb 2025, 16:59 WIB
Peristiwa
06 Feb 2025, 16:26 WIB
Peristiwa
24 Jan 2025, 15:59 WIB
Rute Penerbangan
23 Jan 2025, 14:19 WIB
Peristiwa
10 Jan 2025, 13:50 WIB
Rute Penerbangan
07 Jan 2025, 13:03 WIB
Info Bandara
02 Jan 2025, 12:30 WIB
Info Bandara
29 Apr 2024, 13:53 WIB
Rute Penerbangan
25 Apr 2024, 13:49 WIB
Info Bandara
24 Apr 2024, 13:44 WIB
Peristiwa
23 Apr 2024, 13:39 WIB
Maskapai
23 Apr 2024, 13:35 WIB
Info Bandara
22 Apr 2024, 13:31 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:13 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:06 WIB
Regulasi
17 Apr 2024, 13:03 WIB
Maskapai
15 Apr 2024, 12:55 WIB
Info Bandara
08 Apr 2024, 12:53 WIB
Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...

Soekarno-Hatta Terpilih Sebagai Bandara dengan Pemulihan Tercepat di Asia Pasifik
Dibaca 30.583 kali