Kabar Haji 2025
Kabar Haji 2025
Home
»
Peristiwa
»
Detail Berita


Mengungkap Alasan Harga Makanan di Bandara yang Mahal

Foto: Ilustrasi resto di bandara. (Istimewa)
Modern Fashion
Oleh : Joko Yuwono

Jakarta, infopesawat.com -- Bagi sebagian besar penumpang, rasa lapar yang datang saat berada di bandara sering kali menjadi masalah. Terlebih lagi, harga makanan yang dijual di sana seringkali jauh lebih mahal dibandingkan dengan restoran di luar bandara, membuat banyak orang enggan untuk membelinya.

Namun, ketika rasa lapar sudah melanda, tak ada pilihan lain selain membeli makanan di tempat yang harganya sangat tinggi. Lalu, mengapa harga makanan di bandara bisa semahal itu? Berikut ini adalah beberapa alasan yang dapat menjelaskan fenomena tersebut.

Bandara dikenal sebagai tempat dengan tingkat keamanan yang sangat ketat, terutama terkait dengan pembawaan barang, termasuk makanan dan minuman. Penumpang yang ingin membawa makanan ke dalam area bandara harus mematuhi peraturan yang berlaku, yang sering kali membatasi jumlah dan jenis makanan yang bisa dibawa. Hal ini membuat banyak penumpang terpaksa membeli makanan di dalam bandara meskipun harganya lebih mahal. Pembatasan ini merupakan salah satu faktor yang memungkinkan pihak pengelola bandara dan penyewa gerai untuk membebankan harga yang lebih tinggi kepada konsumen.

Selain itu, setiap gerai yang beroperasi di bandara harus membayar biaya sewa yang cukup tinggi. Biaya sewa ini bervariasi tergantung kebijakan masing-masing bandara, namun umumnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tempat usaha di luar bandara. Sewa bulanan yang mahal ini tentunya menjadi beban bagi para penyewa gerai makanan, dan mereka akan menyesuaikan harga jual produk mereka agar tetap bisa memperoleh keuntungan yang layak. Biaya lainnya yang perlu diperhitungkan oleh penyewa adalah biaya pembuatan gerai, listrik, dan berbagai biaya operasional lainnya yang juga turut menyumbang pada harga makanan yang tinggi.

Industri penerbangan merupakan bisnis yang sangat berisiko dan fluktuatif. Oleh karena itu, selain mengandalkan pendapatan dari aktivitas penerbangan, pengelola bandara juga berusaha untuk meningkatkan pendapatan melalui sumber lain. Salah satu sumber pendapatan yang cukup signifikan adalah hasil kerja sama profit sharing dengan penyewa tempat yang membuka usaha di bandara. Dalam sistem ini, semakin besar transaksi yang dilakukan oleh penyewa, semakin besar pula bagian dari keuntungan yang akan diterima oleh pengelola bandara.

Beberapa bandara menentukan harga sewa untuk penyewa berdasarkan luas lahan yang digunakan untuk membuka gerai. Dengan menggunakan sistem ini, penyewa diharuskan membayar biaya sewa sesuai dengan ukuran area yang mereka sewa di dalam bandara. Namun, ada pula bandara yang menggunakan sistem persentase dari hasil penjualan sebagai dasar untuk menentukan besarnya biaya sewa yang dikenakan kepada penyewa. Dalam hal ini, bandara akan mengambil sekitar 10 hingga 20 persen dari hasil penjualan yang diperoleh penyewa.

Karena adanya sistem profit sharing ini, restoran dan gerai makanan di bandara harus mengatur harga jual produk mereka agar tetap mendapatkan keuntungan yang cukup. Mereka tidak hanya harus menutupi biaya sewa yang tinggi, tetapi juga harus mempertimbangkan persentase yang harus dibayar kepada pengelola bandara. Untuk itu, restoran sering kali menetapkan harga yang lebih tinggi agar margin keuntungan tetap terjaga, meskipun biaya yang mereka keluarkan untuk operasional sudah cukup besar.

Halaman :
Tag Berita :

Sorotan


Pemerintah Libatkan Lion Air Layani Penerbangan Jamaah Haji Indonesia Tahun 2025

Peristiwa

Lion Air Buka Tiga Jalur Udara Baru dari Palangkaraya ke Makassar, Bali, dan Lombok

Rute Penerbangan

Garuda Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi di Ajang Skyteam The Aviation Challenge

Peristiwa

Pesawat Latih API Lakukan Pendaratan Darurat di Pantai Banyuwangi, Dua Awak Selamat

Peristiwa

Garuda Indonesia Tambah Armada, Perkuat Layanan Penerbangan Domestik dan Internasional

Peristiwa

Pilihan Redaksi

Ini Penyebab BBN Airlines Hentikan Rute Penerbangan Jakarta-Surabaya

Rute Penerbangan

Lion Air Tambah Frekuensi Penerbangan Umrah, Siapkan 66 Jadwal Tiap Pekan

Peristiwa

Penerbangan Langsung Padang–Singapura Kembali Dibuka, Harapan Baru Pariwisata dan Ekonomi Sumbar

Rute Penerbangan

Terminal 2F Bandara Soetta Siap Layani Penerbangan Umrah Mulai Januari 2025

Info Bandara

17 Bandara Kehilangan Status Internasional, Pemerintah Fokus Perkuat Konektivitas Domestik

Info Bandara

Baca Juga

Pelita Air Resmikan Rute Baru Jakarta-Kendari, Perluas Konektivitas Udara Nasional

Rute Penerbangan

Presiden Jokowi Resmikan Bandara Panua Pohuwato, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Info Bandara

Kepatuhan Meningkat, Festival Balon Udara Wonosobo 2024 Berlangsung Aman

Peristiwa

Trigana Air Service, Maskapai Nasional yang Menjadi Penghubung Penting Nusantara

Maskapai

Bandara Sam Ratulangi Kembali Beroperasi Setelah Gunung Ruang Turun Status

Info Bandara

Berita Lainnya

Soekarno-Hatta International Airport Masuk 25 Besar Bandara Terbaik Dunia Versi Skytrax

Info Bandara

Bandar Udara Sam Ratulangi Ditutup Sementara Akibat Erupsi Gunung Ruang

Info Bandara

Pemerintah Cabut Aturan Pembatasan Barang Kiriman Pekerja Migran Indonesia

Regulasi

Merger Citilink dan Pelita Air akan Dilakukan Bersamaan dengan Proses Merger Garuda Indonesia dan InJourney

Maskapai

Penumpang di 35 Bandara InJourney Naik 21 Persen Saat Puncak Arus Mudik Lebaran 2024

Info Bandara

Internasional
Lihat Semua
Domestik
Lihat Semua