Penerbangan yang dijadwalkan untuk membawa bantuan sembako tersebut seharusnya tiba di Binuang sekitar pukul 09.25 WITA, namun hingga saat ini pesawat tersebut belum berhasil mencapai tujuan.
Pesawat yang dipiloti oleh Kapten M Yusuf itu berangkat dari Tarakan sekitar pukul 08.25 WITA. Setelah beberapa menit lepas landas, pesawat tersebut hilang kontak dengan AirNav Cabang Tarakan, yang kemudian mengeluarkan status darurat atau DETRESFA (Distress Phase), menandakan adanya potensi bahaya besar yang dihadapi oleh pesawat.
Menurut informasi yang dihimpun, pesawat Pilatus Porter tipe PC 6 tersebut membawa sekitar 583 kilogram sembako untuk didistribusikan ke wilayah yang dituju. Pihak AirNav Tarakan telah berusaha melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Basarnas Tarakan, Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU), MAF (Mission Aviation Fellowship), Kepolisian, dan instansi lainnya untuk mencari pesawat yang hilang kontak tersebut.
Proses pencarian difokuskan pada area yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat, yang kini tengah dilakukan oleh Basarnas bersama dengan tim pencari lainnya. Sementara itu, pihak UPBU Bandara Juwata Tarakan juga melakukan plotting area untuk mempersempit lokasi yang kemungkinan menjadi tempat jatuhnya pesawat.
Kehilangan kontak ini menjadi perhatian besar, terutama mengingat pentingnya penerbangan tersebut yang membawa bantuan sembako. Pesawat tersebut berfungsi sebagai transportasi vital untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat, sehingga insiden ini berpotensi mengganggu distribusi bantuan yang sangat dibutuhkan. Sebagai bagian dari upaya pencarian, pihak berwenang terus melakukan koordinasi intensif dan berharap dapat segera menemukan lokasi pesawat.
Basarnas Tarakan bersama tim gabungan telah melaksanakan langkah-langkah pencarian yang cukup luas, dan saat ini fokus utama adalah memastikan keselamatan awak pesawat dan mencari kemungkinan penyebab hilangnya kontak pesawat tersebut. Kejadian ini juga menjadi peringatan akan pentingnya keselamatan dalam operasional penerbangan perintis, yang sering menghadapi tantangan besar terkait dengan medan yang sulit dan kondisi cuaca yang tidak selalu dapat diprediksi.
Penerbangan Langsung Singapura–Labuan Bajo Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Investasi
26 Mar 2025, 18:47 WIB
Wings Air Resmikan Penerbangan Makassar–Selayar, Perkuat Akses ke Destinasi Tersembunyi
19 Mar 2025, 18:31 WIB
BBN Airlines Indonesia Alihkan Fokus Bisnis ke Layanan Carter Pesawat Model ACMI
08 Mar 2025, 18:04 WIB
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara Demi Stabilkan Tiket Pesawat Lebaran
05 Mar 2025, 17:54 WIB
Peristiwa
25 Feb 2025, 17:37 WIB
Rute Penerbangan
20 Feb 2025, 17:21 WIB
Peristiwa
17 Feb 2025, 16:59 WIB
Peristiwa
06 Feb 2025, 16:26 WIB
Peristiwa
24 Jan 2025, 15:59 WIB
Rute Penerbangan
23 Jan 2025, 14:19 WIB
Peristiwa
10 Jan 2025, 13:50 WIB
Rute Penerbangan
07 Jan 2025, 13:03 WIB
Info Bandara
02 Jan 2025, 12:30 WIB
Info Bandara
29 Apr 2024, 13:53 WIB
Rute Penerbangan
25 Apr 2024, 13:49 WIB
Info Bandara
24 Apr 2024, 13:44 WIB
Peristiwa
23 Apr 2024, 13:39 WIB
Maskapai
23 Apr 2024, 13:35 WIB
Info Bandara
22 Apr 2024, 13:31 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:13 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:06 WIB
Regulasi
17 Apr 2024, 13:03 WIB
Maskapai
15 Apr 2024, 12:55 WIB
Info Bandara
08 Apr 2024, 12:53 WIB
Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...

Soekarno-Hatta Terpilih Sebagai Bandara dengan Pemulihan Tercepat di Asia Pasifik
Dibaca 30.328 kali