Calhoun menyampaikan keputusannya pada Selasa (26/3/2024), dalam situasi yang disebutnya sebagai momen penting bagi perusahaan. Ia mengaku tetap akan menjabat hingga akhir tahun guna membantu menangani permasalahan mutu yang tengah dihadapi Boeing. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa keselamatan dan kualitas harus menjadi prioritas utama perusahaan. “Kecelakaan pada penerbangan 1282 milik Alaska Airlines merupakan titik balik. Kita harus meresponsnya dengan rendah hati dan transparansi,” kata Calhoun.
Salah satu insiden terbaru yang memperburuk reputasi Boeing terjadi pada Januari lalu. Sebuah panel penutup pintu pada pesawat Boeing 737 MAX 9 milik Alaska Airlines meledak di udara saat penerbangan. Meski tidak menelan korban jiwa, ledakan tersebut menyebabkan lubang menganga di badan pesawat dan memaksa kru melakukan pendaratan darurat. Insiden itu menjadi sorotan global dan menambah daftar panjang masalah pada lini produk Boeing, termasuk dua kecelakaan mematikan Boeing 737 MAX pada 2018 dan 2019 yang menewaskan total 346 orang.
Dalam langkah perombakan manajemen yang menyertai pengunduran Calhoun, Boeing menunjuk mantan CEO Qualcomm, Steve Mollenkopf, untuk menggantikannya. Sementara itu, Stan Deal, CEO Boeing Commercial Airplanes, juga menyatakan pensiun dan digantikan oleh Chief Operating Officer Boeing saat ini, Stephanie Pope. Pope sendiri baru ditunjuk sebagai COO pada Januari lalu, namun dipercaya untuk segera mengambil alih tanggung jawab lebih besar di tengah krisis internal perusahaan.
Regulator penerbangan Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA), telah meminta Boeing untuk menyerahkan rencana terperinci dalam waktu 90 hari terkait pengendalian mutu dan peningkatan keselamatan. Desakan itu muncul usai serangkaian kekhawatiran terhadap proses produksi Boeing, terutama di fasilitas produksi utama mereka di Seattle.
Permasalahan Boeing tak berhenti di situ. Awal bulan ini, sebuah pesawat Boeing 777 yang sedang dalam penerbangan menuju Jepang harus mendarat darurat setelah salah satu rodanya terlepas tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional San Francisco. Roda yang jatuh menghantam area parkir dan menimbulkan kerusakan, meski tidak menyebabkan korban. Otoritas setempat masih melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut.
Meski sebelumnya sejumlah eksekutif Boeing memberikan dukungan terhadap Calhoun usai insiden di Januari, namun kepercayaan itu mulai terkikis seiring meningkatnya tekanan publik dan regulator. Penundaan dalam proses manufaktur serta keraguan terhadap kualitas produksi semakin memperburuk citra perusahaan di mata investor. Saham Boeing tercatat mengalami penurunan signifikan sepanjang kuartal pertama tahun ini.
Sejumlah analis pasar menilai bahwa penggantian pimpinan saja tidak cukup untuk memulihkan reputasi dan performa Boeing. Robert Pavlik, manajer portofolio senior di Dakota Wealth, menyatakan bahwa perusahaan memerlukan langkah-langkah konkret, bukan sekadar pergantian pucuk pimpinan. “Mereka perlu menunjukkan aksi nyata, bukan hanya mengganti CEO atau dewan direksi,” tegasnya.
Salah satu pelanggan utama Boeing, yaitu maskapai Ryanair, turut merespons perkembangan ini. CEO Ryanair, Michael O’Leary, menyatakan bahwa langkah pengunduran diri Calhoun dan restrukturisasi manajemen adalah hal yang positif. Menurutnya, perubahan ini dibutuhkan demi menjamin keselamatan dan kepercayaan pengguna jasa. Ia menambahkan bahwa pihaknya selalu melakukan pemeriksaan ketat selama 48 jam setiap kali menerima pengiriman pesawat baru dari Boeing.
Namun, O’Leary juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kualitas produksi Boeing belakangan ini. Dalam pemeriksaan yang dilakukan, timnya kerap menemukan masalah kecil seperti alat tertinggal di bawah lantai pesawat atau pegangan kursi yang hilang. Hal ini, menurutnya, menunjukkan menurunnya perhatian terhadap detail dan mutu di lingkungan pabrik Boeing.
Perusahaan penerbangan yang dulu menjadi simbol keunggulan teknologi dirgantara Amerika ini kini berada di bawah tekanan besar. Selain harus menghadapi pengawasan ketat dari regulator dan penyelidikan federal, Boeing juga menghadapi tantangan besar dalam memulihkan kepercayaan konsumen dan investor. Proses transisi kepemimpinan serta implementasi langkah-langkah perbaikan sistem mutu akan menjadi kunci dalam menentukan arah masa depan perusahaan yang telah berdiri lebih dari satu abad ini.
Penerbangan Langsung Singapura–Labuan Bajo Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Investasi
26 Mar 2025, 18:47 WIB
Wings Air Resmikan Penerbangan Makassar–Selayar, Perkuat Akses ke Destinasi Tersembunyi
19 Mar 2025, 18:31 WIB
BBN Airlines Indonesia Alihkan Fokus Bisnis ke Layanan Carter Pesawat Model ACMI
08 Mar 2025, 18:04 WIB
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara Demi Stabilkan Tiket Pesawat Lebaran
05 Mar 2025, 17:54 WIB
Peristiwa
25 Feb 2025, 17:37 WIB
Rute Penerbangan
20 Feb 2025, 17:21 WIB
Peristiwa
17 Feb 2025, 16:59 WIB
Peristiwa
06 Feb 2025, 16:26 WIB
Peristiwa
24 Jan 2025, 15:59 WIB
Rute Penerbangan
23 Jan 2025, 14:19 WIB
Peristiwa
10 Jan 2025, 13:50 WIB
Rute Penerbangan
07 Jan 2025, 13:03 WIB
Info Bandara
02 Jan 2025, 12:30 WIB
Info Bandara
29 Apr 2024, 13:53 WIB
Rute Penerbangan
25 Apr 2024, 13:49 WIB
Info Bandara
24 Apr 2024, 13:44 WIB
Peristiwa
23 Apr 2024, 13:39 WIB
Maskapai
23 Apr 2024, 13:35 WIB
Info Bandara
22 Apr 2024, 13:31 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:13 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:06 WIB
Regulasi
17 Apr 2024, 13:03 WIB
Maskapai
15 Apr 2024, 12:55 WIB
Info Bandara
08 Apr 2024, 12:53 WIB
Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...

Soekarno-Hatta Terpilih Sebagai Bandara dengan Pemulihan Tercepat di Asia Pasifik
Dibaca 30.557 kali