Getaran yang berpusat di Tewksbury, New Jersey, dengan kedalaman sekitar 3 mil itu, terasa hingga ke Philadelphia dan Boston, menurut laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
Administrasi Penerbangan Federal (FAA) menyatakan bahwa gempa ini berpotensi mempengaruhi fasilitas lalu lintas udara di New York, New Jersey, Philadelphia, hingga Baltimore. Meski operasi lalu lintas udara berusaha dipulihkan sesegera mungkin, FAA tetap mengeluarkan kebijakan penghentian sementara (ground stop) untuk penerbangan yang akan berangkat dari Bandara Internasional Newark Liberty.
Akibat kebijakan tersebut, rata-rata waktu keterlambatan kedatangan mencapai 45 menit, dengan risiko waktu tunggu yang terus meningkat seiring bertambahnya volume penerbangan. FAA menetapkan ground stop hingga pukul 12.30 waktu setempat dan memperkirakan peluang perpanjangan antara 30 hingga 60 persen.
Tak hanya Newark, Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK) juga sempat memberlakukan ground stop beberapa saat setelah gempa terjadi. Namun, kebijakan tersebut kemudian dicabut setelah kondisi dinilai membaik. Manajemen Bandara JFK mengumumkan melalui kanal online bahwa operasional bandara tetap berjalan, meskipun mereka mengimbau para penumpang untuk berkoordinasi langsung dengan maskapai masing-masing guna memperoleh pembaruan jadwal penerbangan.
Sementara itu, Bandara LaGuardia melaporkan bahwa mereka tetap buka dan berfungsi seperti biasa. Pihak bandara menyatakan penerbangan kedatangan dan keberangkatan masih berlangsung saat ini, meskipun tetap memberikan peringatan kepada calon penumpang untuk selalu mengecek informasi terbaru mengenai status perjalanan mereka.
Guncangan yang terjadi pada pagi hari itu sempat membuat banyak warga New York terkejut. Namun, Departemen Pemadam Kebakaran Kota New York menginformasikan bahwa hingga berita ini ditulis, tidak ada laporan kerusakan atau korban akibat gempa tersebut. Meski demikian, gempa tetap menimbulkan kecemasan, mengingat wilayah metropolitan New York jarang mengalami aktivitas seismik sebesar ini.
Sebagai tambahan, wilayah Pantai Timur Amerika Serikat memang sesekali mengalami gempa bumi kecil, namun gempa sebesar 4,8 skala Richter tergolong langka untuk kawasan tersebut. USGS mencatat bahwa gempa dengan kekuatan di atas 4 SR di daerah ini hanya terjadi beberapa kali dalam dekade terakhir. Guncangan kali ini terasa cukup luas, dirasakan tidak hanya di New Jersey dan New York, tetapi juga menjangkau hingga Philadelphia dan Boston.
Penanganan cepat oleh otoritas penerbangan dan pengelola bandara dinilai efektif dalam mengurangi kekacauan lebih lanjut. FAA dan pihak bandara berkoordinasi ketat untuk memastikan bahwa proses keberangkatan dan kedatangan tetap berjalan serapi mungkin, dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa meskipun tidak berada di zona gempa aktif seperti Pantai Barat, kota-kota besar di Pantai Timur seperti New York tetap memiliki potensi risiko bencana alam. Warga dan otoritas pun diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan, meskipun hingga saat ini belum ada peringatan resmi mengenai hal tersebut.
Dalam situasi ini, para pelancong yang hendak bepergian melalui Bandara Newark, JFK, maupun LaGuardia disarankan untuk rutin memeriksa pembaruan dari maskapai dan otoritas bandara. Kondisi operasional dapat berubah sewaktu-waktu tergantung evaluasi keselamatan dan volume pergerakan penerbangan yang terdampak.
Upaya pemulihan layanan penerbangan di wilayah New York pascagempa terus berjalan. Pihak berwenang juga menegaskan bahwa semua langkah diambil untuk memastikan keamanan infrastruktur bandar udara dan fasilitas pendukung lainnya. Meskipun terjadi keterlambatan dan penghentian sementara, hingga saat ini tidak ada insiden besar yang dilaporkan terkait keselamatan penerbangan.
Gempa di New York kali ini menandai salah satu gangguan aktivitas penerbangan terbesar yang disebabkan oleh fenomena alam di kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, dengan kesiapan sistem darurat yang telah dibangun, New York mampu merespons situasi ini dengan sigap, menjaga keamanan publik dan meminimalisir gangguan transportasi udara yang lebih luas. (*)
Penerbangan Langsung Singapura–Labuan Bajo Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Investasi
26 Mar 2025, 18:47 WIB
Wings Air Resmikan Penerbangan Makassar–Selayar, Perkuat Akses ke Destinasi Tersembunyi
19 Mar 2025, 18:31 WIB
BBN Airlines Indonesia Alihkan Fokus Bisnis ke Layanan Carter Pesawat Model ACMI
08 Mar 2025, 18:04 WIB
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara Demi Stabilkan Tiket Pesawat Lebaran
05 Mar 2025, 17:54 WIB
Peristiwa
25 Feb 2025, 17:37 WIB
Rute Penerbangan
20 Feb 2025, 17:21 WIB
Peristiwa
17 Feb 2025, 16:59 WIB
Peristiwa
06 Feb 2025, 16:26 WIB
Peristiwa
24 Jan 2025, 15:59 WIB
Rute Penerbangan
23 Jan 2025, 14:19 WIB
Peristiwa
10 Jan 2025, 13:50 WIB
Rute Penerbangan
07 Jan 2025, 13:03 WIB
Info Bandara
02 Jan 2025, 12:30 WIB
Info Bandara
29 Apr 2024, 13:53 WIB
Rute Penerbangan
25 Apr 2024, 13:49 WIB
Info Bandara
24 Apr 2024, 13:44 WIB
Peristiwa
23 Apr 2024, 13:39 WIB
Maskapai
23 Apr 2024, 13:35 WIB
Info Bandara
22 Apr 2024, 13:31 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:13 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:06 WIB
Regulasi
17 Apr 2024, 13:03 WIB
Maskapai
15 Apr 2024, 12:55 WIB
Info Bandara
08 Apr 2024, 12:53 WIB
Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...

Soekarno-Hatta Terpilih Sebagai Bandara dengan Pemulihan Tercepat di Asia Pasifik
Dibaca 30.642 kali