Serangan tersebut melibatkan puluhan drone dan rudal yang diluncurkan sebagai aksi balasan terhadap Israel atas peristiwa yang terjadi pada 1 April di Damaskus. Dalam serangan tersebut, dua jenderal Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Reza Zahedi dan Brigadir Jenderal Mohammad Hadi Haji Rahimi, dilaporkan tewas, yang memicu serangan balasan tersebut.
Maskapai Emirates, yang merupakan salah satu maskapai terbesar di kawasan Timur Tengah, mengonfirmasi bahwa mereka telah mengoperasikan kembali penerbangan ke dan dari sejumlah negara, termasuk Irak, Yordania, dan Lebanon. Penerbangan-penerbangan tersebut sempat dibatalkan atau dialihkan sebelumnya sebagai tanggapan terhadap serangan tersebut. Juru bicara Emirates menyatakan bahwa mereka telah mengatur ulang jadwal penerbangan untuk memastikan kembali kelancaran operasionalnya.
Selain Emirates, Qatar Airways juga mengumumkan bahwa mereka telah memulihkan penerbangan ke beberapa kota, seperti Amman, Baghdad, dan Beirut. Informasi ini disampaikan oleh maskapai tersebut melalui unggahan resmi di platform X. Maskapai lain yang terpengaruh, Etihad Airways, yang berbasis di Abu Dhabi, juga mengonfirmasi bahwa mereka telah mengoperasikan kembali penerbangan baik untuk kargo maupun penumpang, termasuk penerbangan antara Abu Dhabi dan Tel Aviv, Amman, dan Beirut pada Selasa, 16 April.
Namun, Etihad Airways mengingatkan bahwa penutupan wilayah udara oleh beberapa negara di Timur Tengah pada akhir pekan sebelumnya sempat menyebabkan gangguan dalam operasional mereka. Maskapai ini juga memperingatkan kemungkinan masih adanya gangguan yang tidak terhindarkan pada hari-hari berikutnya, terutama pada 16 April. Gangguan ini disebabkan oleh perubahan mendalam dalam rute penerbangan dan penutupan sementara sejumlah wilayah udara akibat ketegangan yang meningkat di kawasan tersebut.
Selain maskapai-maskapai besar, beberapa negara di Timur Tengah, termasuk Mesir, Kuwait, dan Lebanon, sempat menutup wilayah udara mereka setelah serangan Iran pada 13 April. Keputusan ini diambil sebagai langkah pencegahan terhadap potensi ancaman yang ditimbulkan oleh ketegangan yang semakin memuncak. Namun, pada Minggu, 14 April, beberapa negara, seperti Irak, Yordania, dan Lebanon, mengumumkan bahwa mereka telah membuka kembali wilayah udara mereka untuk penerbangan internasional.
Di sisi lain, maskapai penerbangan Israel melaporkan bahwa mereka berhasil mengembalikan operasional normal pada Minggu, 14 April, setelah serangan pada malam sebelumnya memaksa mereka menutup wilayah udara mereka. Penutupan sementara tersebut menyebabkan sejumlah penerbangan dibatalkan atau dialihkan, tetapi dengan dibukanya kembali wilayah udara, maskapai-maskapai Israel segera melanjutkan penerbangan mereka.
Sementara itu, maskapai penerbangan internasional, termasuk Qantas dari Australia, mengambil langkah hati-hati dengan mengubah rute penerbangan mereka untuk menghindari wilayah udara Iran dalam waktu yang tidak ditentukan. Hal ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan agar pesawat tidak terpengaruh oleh ketegangan yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah, terutama setelah serangan yang melibatkan Iran dan Israel.
Meski penerbangan di wilayah Timur Tengah mulai kembali beroperasi secara normal, situasi tetap berada dalam pengawasan ketat. Para maskapai penerbangan di kawasan ini terus memantau perkembangan situasi dan menyesuaikan rute serta jadwal mereka agar sesuai dengan situasi geopolitik yang terus berubah. Banyak pihak berharap ketegangan yang terjadi tidak berlanjut lebih jauh dan penerbangan internasional dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan lebih lanjut.
Kembalinya operasional bandara dan maskapai penerbangan di Timur Tengah menunjukkan upaya cepat untuk memulihkan kegiatan penerbangan yang sempat terhenti akibat serangan tersebut. Namun, dampak dari ketegangan yang terus berkembang masih memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap industri penerbangan internasional, dengan banyak maskapai yang tetap mengambil langkah antisipasi untuk memastikan keselamatan penumpang dan kru pesawat mereka.
Dengan dibukanya kembali sebagian besar wilayah udara di Timur Tengah, diharapkan bahwa operasional penerbangan dapat kembali normal, meskipun kemungkinan adanya gangguan tetap menjadi perhatian utama. Pemerintah dan pihak maskapai terus berupaya untuk memastikan bahwa penerbangan di kawasan tersebut dapat dilaksanakan dengan aman, sementara ketegangan geopolitik di kawasan tersebut tetap menjadi tantangan yang perlu diatasi secara hati-hati.
Penerbangan Langsung Singapura–Labuan Bajo Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Investasi
26 Mar 2025, 18:47 WIB
Wings Air Resmikan Penerbangan Makassar–Selayar, Perkuat Akses ke Destinasi Tersembunyi
19 Mar 2025, 18:31 WIB
BBN Airlines Indonesia Alihkan Fokus Bisnis ke Layanan Carter Pesawat Model ACMI
08 Mar 2025, 18:04 WIB
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara Demi Stabilkan Tiket Pesawat Lebaran
05 Mar 2025, 17:54 WIB
Peristiwa
25 Feb 2025, 17:37 WIB
Rute Penerbangan
20 Feb 2025, 17:21 WIB
Peristiwa
17 Feb 2025, 16:59 WIB
Peristiwa
06 Feb 2025, 16:26 WIB
Peristiwa
24 Jan 2025, 15:59 WIB
Rute Penerbangan
23 Jan 2025, 14:19 WIB
Peristiwa
10 Jan 2025, 13:50 WIB
Rute Penerbangan
07 Jan 2025, 13:03 WIB
Info Bandara
02 Jan 2025, 12:30 WIB
Info Bandara
29 Apr 2024, 13:53 WIB
Rute Penerbangan
25 Apr 2024, 13:49 WIB
Info Bandara
24 Apr 2024, 13:44 WIB
Peristiwa
23 Apr 2024, 13:39 WIB
Maskapai
23 Apr 2024, 13:35 WIB
Info Bandara
22 Apr 2024, 13:31 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:13 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:06 WIB
Regulasi
17 Apr 2024, 13:03 WIB
Maskapai
15 Apr 2024, 12:55 WIB
Info Bandara
08 Apr 2024, 12:53 WIB
Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...

Soekarno-Hatta Terpilih Sebagai Bandara dengan Pemulihan Tercepat di Asia Pasifik
Dibaca 30.565 kali