Keputusan penutupan ini diambil demi menjaga keselamatan penerbangan dan penumpang.
General Manager (GM) Bandara Sam Ratulangi, Maya Damayanti, mengonfirmasi penutupan tersebut melalui sebuah pengumuman. Ia menjelaskan bahwa penutupan bandara berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut. Proses penutupan ini disebabkan oleh hasil pengamatan yang menunjukkan adanya abu vulkanik yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan. "Untuk sementara, Bandar Udara Sam Ratulangi kami tutup hingga pemberitahuan selanjutnya," ujar Maya.
Abu vulkanik yang terdeteksi berasal dari erupsi Gunung Ruang, yang terletak di Siau, bagian dari Kepulauan Sitaro. Hasil pengamatan lapangan berupa uji kertas (paper test) yang dilakukan pada pukul 07.00 WITA menunjukkan bahwa abu vulkanik telah mencemari area di sekitar bandara, sehingga langkah penutupan sementara pun diambil. Keputusan ini diambil setelah berkoordinasi dengan Otoritas Bandar Udara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta berbagai stakeholder terkait lainnya.
Maya menegaskan bahwa penutupan sementara ini sangat penting untuk memastikan keselamatan baik dari sisi operasi bandar udara maupun para penumpang. “Hal ini penting kami putuskan karena dampak abu vulkanik ini dapat membahayakan keselamatan Bandar Udara dan para penumpang,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa bandara akan dibuka kembali setelah situasi memungkinkan dan memberikan pemberitahuan lebih lanjut kepada pihak terkait.
Seiring dengan penutupan bandar udara, beberapa penerbangan yang sudah dijadwalkan dari Manado menuju kota-kota besar seperti Jakarta, Makassar, dan Sorong terpaksa dibatalkan. Beberapa penerbangan juga mengalami penundaan, termasuk kedatangan penerbangan internasional dari China dan Ternate. Keputusan ini tentu berdampak pada penumpang yang sudah merencanakan perjalanan, namun pihak bandara memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Maya juga mengungkapkan bahwa pengumuman penutupan bandar udara sudah disampaikan kepada para penumpang melalui pengeras suara di area informasi Bandara Sam Ratulangi. “Kami memohon maaf atas penundaan keberangkatan para penumpang, ini merupakan faktor alam yang tidak bisa dihindari,” jelasnya.
Sementara itu, status Gunung Ruang yang berada di Siau terus mengalami peningkatan. Dari status Level III Siaga, kini Gunung Ruang naik menjadi Level IV Awas, yang menandakan potensi bahaya yang lebih besar. Status ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang perlu diwaspadai oleh masyarakat dan otoritas terkait.
Erupsi Gunung Ruang telah mempengaruhi sejumlah aktivitas di sekitar kawasan tersebut, termasuk transportasi udara yang langsung terhubung dengan Bandar Udara Sam Ratulangi. Pihak berwenang terus memantau situasi untuk mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan guna memastikan keselamatan penerbangan dan masyarakat.
Dalam situasi seperti ini, langkah cepat dan koordinasi antara pihak maskapai, otoritas bandar udara, dan pemerintah sangat penting untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam. Penutupan bandar udara dan pembatalan penerbangan merupakan bagian dari upaya untuk meminimalisir risiko yang bisa terjadi akibat abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem navigasi penerbangan dan membahayakan kesehatan para penumpang serta kru pesawat.
Saat ini, pihak Bandara Sam Ratulangi bersama dengan pihak terkait lainnya sedang melakukan rapat koordinasi untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya yang perlu dilakukan, termasuk penanganan terhadap pesawat-pesawat yang terdampak akibat penutupan sementara ini. Keputusan mengenai kapan bandara akan kembali beroperasi akan diinformasikan setelah situasi membaik dan dinyatakan aman untuk penerbangan.
Penutupan sementara Bandar Udara Sam Ratulangi ini menambah panjang daftar dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam terhadap kegiatan transportasi udara di Indonesia. Meski demikian, keputusan tersebut diambil demi keselamatan bersama, mengingat abu vulkanik dapat membahayakan operasional penerbangan dan keselamatan penumpang. Pemerintah dan otoritas setempat berharap situasi ini segera membaik dan tidak ada lagi gangguan yang lebih besar yang terjadi akibat erupsi Gunung Ruang.
Penerbangan Langsung Singapura–Labuan Bajo Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Investasi
26 Mar 2025, 18:47 WIB
Wings Air Resmikan Penerbangan Makassar–Selayar, Perkuat Akses ke Destinasi Tersembunyi
19 Mar 2025, 18:31 WIB
BBN Airlines Indonesia Alihkan Fokus Bisnis ke Layanan Carter Pesawat Model ACMI
08 Mar 2025, 18:04 WIB
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara Demi Stabilkan Tiket Pesawat Lebaran
05 Mar 2025, 17:54 WIB
Peristiwa
25 Feb 2025, 17:37 WIB
Rute Penerbangan
20 Feb 2025, 17:21 WIB
Peristiwa
17 Feb 2025, 16:59 WIB
Peristiwa
06 Feb 2025, 16:26 WIB
Peristiwa
24 Jan 2025, 15:59 WIB
Rute Penerbangan
23 Jan 2025, 14:19 WIB
Peristiwa
10 Jan 2025, 13:50 WIB
Rute Penerbangan
07 Jan 2025, 13:03 WIB
Info Bandara
02 Jan 2025, 12:30 WIB
Info Bandara
29 Apr 2024, 13:53 WIB
Rute Penerbangan
25 Apr 2024, 13:49 WIB
Info Bandara
24 Apr 2024, 13:44 WIB
Peristiwa
23 Apr 2024, 13:39 WIB
Maskapai
23 Apr 2024, 13:35 WIB
Info Bandara
22 Apr 2024, 13:31 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:13 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:06 WIB
Regulasi
17 Apr 2024, 13:03 WIB
Maskapai
15 Apr 2024, 12:55 WIB
Info Bandara
08 Apr 2024, 12:53 WIB
Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...

Soekarno-Hatta Terpilih Sebagai Bandara dengan Pemulihan Tercepat di Asia Pasifik
Dibaca 30.564 kali