Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Lion Air Group, Daniel Putut Adi, dalam rapat Panitia Kerja (Panja) Haji DPR RI bersama jajaran Kementerian Agama dan sejumlah perwakilan maskapai penerbangan. Rapat tersebut berlangsung di Ruang Komisi VIII DPR RI pada Jumat, 3 Januari 2025.
Daniel menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Lion Air untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan haji tahun ini. Ia menyebut bahwa Lion Air telah lama terlibat dalam penerbangan umrah dan memiliki pengalaman mengelola perjalanan udara skala besar untuk keperluan ibadah ke Tanah Suci.
“Sekali lagi kami ucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan kepada pemerintah atas kepercayaan ini. Tahun 2025 akan menjadi momentum penting bagi kami untuk berkontribusi melayani jemaah haji Indonesia,” ujar Daniel di hadapan anggota dewan dan pejabat terkait.
Daniel menjelaskan bahwa Lion Air bukan pemain baru dalam layanan penerbangan religi. Maskapai ini mulai melayani penerbangan umrah sejak 2009, ditandai dengan kepemilikan pesawat berbadan lebar (wide body), yakni Boeing 747-400, yang memungkinkan pengangkutan jemaah dalam jumlah besar secara efisien. Dua unit pesawat tersebut digunakan secara rutin untuk mengantar jemaah umrah dari berbagai wilayah Indonesia.
Pada tahun 2011, Lion Air memperluas kiprah internasionalnya ketika dipercaya oleh maskapai Flynas dari Arab Saudi untuk menyewakan beberapa pesawatnya guna mendukung pelaksanaan ibadah haji di sejumlah negara. Pesawat Lion Air yang disewa itu ikut melayani jemaah dari kawasan Afrika, Eropa, hingga Asia Tengah. Hal ini, menurut Daniel, menjadi bukti bahwa Lion Air memiliki kapabilitas teknis dan operasional dalam menangani perjalanan udara berskala besar dan kompleks seperti haji.
“Selama hampir 13 tahun kami telah berpengalaman mengelola penerbangan untuk jemaah umrah. Kami juga telah dipercaya mendukung penerbangan haji dari negara-negara lain. Maka kami menyambut baik kesempatan ini untuk bisa melayani langsung jemaah haji Indonesia di tahun 2025,” tambahnya.
Penunjukan Lion Air Group ini juga selaras dengan pernyataan Wakil Menteri Agama RI, Romo HR Muhammad Syafi’i, yang sebelumnya mengisyaratkan bahwa pemerintah membuka opsi untuk melibatkan maskapai lain dalam penyelenggaraan haji, selain Garuda Indonesia. Menurutnya, diversifikasi maskapai bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada jemaah, baik dari sisi keberangkatan maupun kepulangan.
Langkah pemerintah menggandeng lebih dari satu maskapai dinilai sebagai strategi yang logis di tengah meningkatnya jumlah jemaah haji dan tuntutan akan layanan yang lebih cepat, nyaman, dan efisien. Dengan melibatkan Lion Air, diharapkan terjadi perbaikan signifikan pada aspek logistik dan distribusi penerbangan, terutama dalam menanggulangi potensi keterlambatan atau kepadatan di bandara.
Meski demikian, belum dijelaskan secara rinci berapa jumlah pesawat Lion Air yang akan dikerahkan dan dari kota-kota mana saja jemaah akan diterbangkan. Namun dari pernyataan Daniel, dapat disimpulkan bahwa Lion Air telah melakukan persiapan menyeluruh, termasuk armada dan sumber daya pendukung lainnya.
Partisipasi Lion Air Group dalam layanan haji 2025 juga dinilai sebagai langkah strategis dalam memperluas pasar penerbangan religi. Selama ini, pasar umrah dan haji di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia, dengan ribuan jemaah diberangkatkan setiap tahunnya. Keterlibatan Lion Air berpotensi memperketat persaingan layanan antar maskapai yang diharapkan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan.
Daniel menyampaikan harapannya agar keikutsertaan Lion Air pada musim haji tahun ini bisa berjalan lancar dan menjadi awal dari kontribusi yang lebih besar bagi kebutuhan jemaah haji Indonesia di masa depan. Ia menekankan bahwa pihaknya siap mendukung penuh program pemerintah dalam menghadirkan layanan haji yang lebih baik, profesional, dan berorientasi pada kenyamanan penumpang.
“Tahun 2025 mudah-mudahan menjadi tahun yang baik dan penuh berkah bagi kita semua. Kami siap menjadi bagian dari misi besar melayani tamu-tamu Allah dengan sepenuh hati,” tutup Daniel.
Dengan komitmen tersebut, Lion Air kini bersiap memasuki babak baru sebagai maskapai nasional yang turut berperan dalam ibadah haji, melengkapi rekam jejak panjangnya dalam layanan penerbangan domestik dan regional. Pemerintah sendiri diperkirakan akan terus mengevaluasi kinerja maskapai yang terlibat, guna memastikan seluruh proses pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar dan sesuai harapan. (*)
Penerbangan Langsung Singapura–Labuan Bajo Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Investasi
26 Mar 2025, 18:47 WIB
Wings Air Resmikan Penerbangan Makassar–Selayar, Perkuat Akses ke Destinasi Tersembunyi
19 Mar 2025, 18:31 WIB
BBN Airlines Indonesia Alihkan Fokus Bisnis ke Layanan Carter Pesawat Model ACMI
08 Mar 2025, 18:04 WIB
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara Demi Stabilkan Tiket Pesawat Lebaran
05 Mar 2025, 17:54 WIB
Peristiwa
25 Feb 2025, 17:37 WIB
Rute Penerbangan
20 Feb 2025, 17:21 WIB
Peristiwa
17 Feb 2025, 16:59 WIB
Peristiwa
06 Feb 2025, 16:26 WIB
Peristiwa
24 Jan 2025, 15:59 WIB
Rute Penerbangan
23 Jan 2025, 14:19 WIB
Peristiwa
10 Jan 2025, 13:50 WIB
Rute Penerbangan
07 Jan 2025, 13:03 WIB
Info Bandara
02 Jan 2025, 12:30 WIB
Info Bandara
29 Apr 2024, 13:53 WIB
Rute Penerbangan
25 Apr 2024, 13:49 WIB
Info Bandara
24 Apr 2024, 13:44 WIB
Peristiwa
23 Apr 2024, 13:39 WIB
Maskapai
23 Apr 2024, 13:35 WIB
Info Bandara
22 Apr 2024, 13:31 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:13 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:06 WIB
Regulasi
17 Apr 2024, 13:03 WIB
Maskapai
15 Apr 2024, 12:55 WIB
Info Bandara
08 Apr 2024, 12:53 WIB
Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...

Soekarno-Hatta Terpilih Sebagai Bandara dengan Pemulihan Tercepat di Asia Pasifik
Dibaca 30.584 kali