Insiden itu terjadi tak lama setelah pesawat King Air F90 lepas landas dari Bandara Campo de Marte dan menabrak sebuah bus umum yang sedang melintas di jalan raya kawasan Barra Funda, wilayah yang terletak tak jauh dari pusat kota.
Menurut laporan awal dari Kepala Dinas Pemadam Kebakaran São Paulo, Ronaldo Melo, pesawat tersebut meluncur sejauh beberapa ratus meter sebelum akhirnya menabrak bus dan meledak. Peristiwa itu terjadi di area sibuk yang dikelilingi oleh gedung perkantoran, stasiun kereta api, dan terminal bus utama. Ledakan yang terjadi mengakibatkan kobaran api besar, memicu kepanikan warga sekitar, dan mengganggu lalu lintas di kawasan itu selama berjam-jam.
Dua korban jiwa yang tewas di tempat diketahui adalah pilot dan kopilot pesawat. Sementara itu, dua orang lain yang berada di darat juga mengalami luka-luka. Di antara korban luka tersebut adalah seorang wanita penumpang bus yang tertabrak langsung oleh badan pesawat serta seorang pengendara sepeda motor yang tertimpa puing-puing saat pesawat menghantam aspal.
Tim pemadam kebakaran dan petugas penyelamat segera dikerahkan ke lokasi dan berupaya memadamkan api serta mengevakuasi korban. Api berhasil dikendalikan dalam waktu relatif singkat, namun proses pembersihan area dan pengumpulan bukti berlangsung cukup lama. Tim medis juga disiagakan di lokasi untuk memberikan pertolongan pertama bagi korban luka sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Penyebab pasti jatuhnya pesawat hingga kini belum diketahui. Namun, dugaan awal menyebutkan adanya gangguan teknis yang terjadi beberapa saat setelah pesawat mengudara. Sejauh ini belum ada konfirmasi resmi apakah pesawat sempat berupaya melakukan pendaratan darurat. Investigasi lebih lanjut masih dilakukan oleh otoritas penerbangan Brasil bersama dengan tim penyelidik dari lembaga keselamatan transportasi udara.
Dalam keterangannya kepada media, Ronaldo Melo mengatakan bahwa penyidik telah berada di lokasi sejak sesaat setelah kejadian. Mereka mengamankan lokasi, mengambil dokumentasi foto, dan mewawancarai sejumlah saksi mata yang melihat detik-detik pesawat kehilangan kendali sebelum menghantam bus.
Salah satu saksi mata, João Ferreira, seorang karyawan swasta yang sedang berjalan kaki di sekitar tempat kejadian, mengungkapkan bahwa dirinya mendengar suara keras mirip ledakan di udara, diikuti oleh suara gesekan keras seperti benda besar menghantam tanah. “Saya lihat pesawat itu seperti tergelincir di jalan dan menabrak bus. Api langsung menyala. Orang-orang berlarian panik,” tuturnya kepada media lokal.
Pihak berwenang belum merilis identitas kedua korban jiwa yang merupakan awak pesawat. Namun, laporan sementara dari otoritas penerbangan menyatakan bahwa pesawat King Air F90 tersebut adalah pesawat milik operator penerbangan domestik yang sedang melakukan penerbangan rutin tanpa penumpang umum.
Pesawat tipe King Air F90 dikenal sebagai pesawat bermesin ganda yang banyak digunakan untuk penerbangan regional jarak pendek maupun misi khusus, seperti pengangkutan kargo ringan atau misi medis. Sejauh ini, pesawat tersebut tercatat memiliki catatan keamanan yang baik. Namun, setiap insiden penerbangan tetap memerlukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab pastinya.
Otoritas penerbangan sipil Brasil mengonfirmasi bahwa mereka akan bekerja sama dengan lembaga keselamatan penerbangan nasional untuk mengusut insiden ini secara mendalam. Mereka juga menegaskan akan melakukan audit terhadap operator pesawat untuk memeriksa kelengkapan dokumen, sertifikasi, dan rekam jejak perawatan pesawat.
Walikota São Paulo, Ricardo Nunes, menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut dan memuji respons cepat dari petugas pemadam kebakaran, kepolisian, serta warga sipil yang turut membantu proses evakuasi. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait penyebab jatuhnya pesawat.
Hingga Jumat malam, lalu lintas di sekitar lokasi kejadian masih dialihkan sementara untuk mempermudah penyelidikan. Area tersebut tetap dijaga ketat oleh aparat keamanan guna mencegah warga mendekat dan mengganggu proses olah tempat kejadian perkara.
Insiden ini menjadi pengingat kembali akan pentingnya pemeriksaan berkala terhadap seluruh armada penerbangan, baik yang digunakan secara komersial maupun untuk keperluan operasional terbatas. Sementara itu, masyarakat Brasil masih menunggu hasil investigasi resmi yang diharapkan dapat mengungkap secara tuntas apa yang menjadi pemicu insiden fatal tersebut. (*)
Penerbangan Langsung Singapura–Labuan Bajo Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Investasi
26 Mar 2025, 18:47 WIB
Wings Air Resmikan Penerbangan Makassar–Selayar, Perkuat Akses ke Destinasi Tersembunyi
19 Mar 2025, 18:31 WIB
BBN Airlines Indonesia Alihkan Fokus Bisnis ke Layanan Carter Pesawat Model ACMI
08 Mar 2025, 18:04 WIB
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara Demi Stabilkan Tiket Pesawat Lebaran
05 Mar 2025, 17:54 WIB
Peristiwa
25 Feb 2025, 17:37 WIB
Rute Penerbangan
20 Feb 2025, 17:21 WIB
Peristiwa
17 Feb 2025, 16:59 WIB
Peristiwa
06 Feb 2025, 16:26 WIB
Peristiwa
24 Jan 2025, 15:59 WIB
Rute Penerbangan
23 Jan 2025, 14:19 WIB
Peristiwa
10 Jan 2025, 13:50 WIB
Rute Penerbangan
07 Jan 2025, 13:03 WIB
Info Bandara
02 Jan 2025, 12:30 WIB
Info Bandara
29 Apr 2024, 13:53 WIB
Rute Penerbangan
25 Apr 2024, 13:49 WIB
Info Bandara
24 Apr 2024, 13:44 WIB
Peristiwa
23 Apr 2024, 13:39 WIB
Maskapai
23 Apr 2024, 13:35 WIB
Info Bandara
22 Apr 2024, 13:31 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:13 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:06 WIB
Regulasi
17 Apr 2024, 13:03 WIB
Maskapai
15 Apr 2024, 12:55 WIB
Info Bandara
08 Apr 2024, 12:53 WIB
Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...

Soekarno-Hatta Terpilih Sebagai Bandara dengan Pemulihan Tercepat di Asia Pasifik
Dibaca 30.565 kali