Garuda menempati posisi ke-25 dalam daftar yang dinilai berdasarkan berbagai aspek keselamatan dan kualitas layanan penerbangan.
Daftar bergengsi ini dirancang melalui proses seleksi ketat yang mempertimbangkan beragam indikator, mulai dari kenyamanan kursi, keselamatan operasional, kualitas pelayanan, hingga efisiensi penerbangan. AirlineRatings.com menegaskan bahwa penilaian mereka bukan berdasarkan popularitas, melainkan berdasarkan kriteria teknis dan pelayanan yang mencerminkan nilai terbaik bagi para penumpang.
Peringkat pertama dalam daftar tahun ini diraih oleh Korean Air. Maskapai asal Korea Selatan ini berhasil menggeser Qatar Airways, yang sebelumnya berada di posisi teratas. Menurut CEO AirlineRatings.com, Sharon Petersen, salah satu keunggulan Korean Air adalah keputusan strategisnya untuk tidak mengikuti tren industri dalam menambahkan kursi tambahan di pesawat Boeing 777. Banyak maskapai lain menambah kursi ke-10 per baris dan mengurangi jarak antar kursi di kelas ekonomi, tetapi Korean Air tetap mempertahankan konfigurasi kursi aslinya demi kenyamanan penumpang.
Sharon juga menyoroti bahwa Korean Air masih menjaga jarak antar kursi di kelas ekonomi dalam rentang 32 hingga 33 inci, berbeda dengan tren umum yang menurunkannya menjadi 31 hingga 32 inci. Keputusan tersebut menunjukkan komitmen maskapai terhadap kenyamanan penumpang, terutama di kelas ekonomi, yang biasanya menjadi sektor dengan tekanan efisiensi paling tinggi.
Selain kenyamanan kabin, keberhasilan Korean Air meraih peringkat tertinggi juga dipengaruhi oleh keberhasilannya dalam mengakuisisi Asiana Airlines, sebuah langkah besar dalam sejarah penerbangan Asia. Konsolidasi ini dinilai sebagai salah satu transformasi paling signifikan yang membuka peluang peningkatan layanan dan efisiensi operasional maskapai.
AirlineRatings.com menetapkan sejumlah syarat ketat bagi maskapai yang masuk dalam daftar 25 terbaik dunia. Semua maskapai tersebut wajib menyediakan layanan penuh (full-service airline), mempertahankan kenyamanan minimum jarak antar kursi ekonomi, serta menunjukkan rekam jejak keselamatan yang baik. Di luar aspek fisik kabin, mereka juga dinilai dari kualitas layanan awak kabin, fasilitas hiburan dalam pesawat, serta efisiensi dalam operasional dan inovasi teknologi.
Dalam daftar lengkap yang dipublikasikan, sejumlah nama besar lainnya turut masuk, seperti Qatar Airways yang berada di posisi kedua, Air New Zealand di urutan ketiga, dan Singapore Airlines di posisi kelima. Maskapai dari berbagai kawasan mendominasi daftar ini, menunjukkan penyebaran kualitas layanan penerbangan yang tidak lagi terpusat di satu wilayah dunia.
Untuk kategori maskapai berbiaya rendah, AirAsia menempati posisi teratas dalam daftar 20 besar versi AirlineRatings.com. Maskapai asal Malaysia ini mengungguli Jetstar dan AirBaltic, yang masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga. Prestasi ini menegaskan posisi AirAsia sebagai salah satu pemain utama dalam industri penerbangan bertarif murah yang tetap mengedepankan kualitas dan keselamatan.
Kehadiran Garuda Indonesia dalam daftar 25 besar menjadi simbol penting di tengah tantangan industri penerbangan nasional yang beberapa tahun terakhir sempat terguncang akibat pandemi dan restrukturisasi keuangan. Masuknya Garuda ke dalam jajaran maskapai terbaik dunia di tahun 2025 menjadi bukti bahwa langkah-langkah perbaikan dan transformasi yang dilakukan manajemen mulai menunjukkan hasil positif di mata internasional.
Prestasi ini juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk terus mendorong peningkatan mutu pelayanan di sektor transportasi udara. Dengan tuntutan global yang semakin tinggi dan persaingan antar-maskapai yang semakin ketat, konsistensi dalam menjaga standar keamanan, kenyamanan, serta efisiensi operasional menjadi kunci utama keberhasilan sebuah maskapai.
Adapun daftar lengkap maskapai terbaik versi AirlineRatings.com tahun ini mencakup berbagai nama dari Asia, Eropa, Timur Tengah, hingga Pasifik Selatan. Posisi 10 besar ditempati secara berurutan oleh Korean Air, Qatar Airways, Air New Zealand, Cathay Pacific, Singapore Airlines, Emirates, Japan Airlines, Qantas, Etihad, dan Turkish Airlines. Di bawah mereka, hadir nama-nama lain seperti EVA Air, Virgin Atlantic, ANA, hingga Air France dan KLM.
Masuknya Garuda Indonesia ke dalam daftar tersebut menjadi pengingat bahwa meski menghadapi berbagai tantangan, maskapai nasional Indonesia masih memiliki potensi dan pengakuan di level dunia. Ke depannya, konsistensi dalam peningkatan kualitas layanan, keamanan, dan kepuasan pelanggan akan menjadi faktor penting untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan posisi Garuda di daftar bergengsi ini. (*)
Penerbangan Langsung Singapura–Labuan Bajo Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Investasi
26 Mar 2025, 18:47 WIB
Wings Air Resmikan Penerbangan Makassar–Selayar, Perkuat Akses ke Destinasi Tersembunyi
19 Mar 2025, 18:31 WIB
BBN Airlines Indonesia Alihkan Fokus Bisnis ke Layanan Carter Pesawat Model ACMI
08 Mar 2025, 18:04 WIB
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara Demi Stabilkan Tiket Pesawat Lebaran
05 Mar 2025, 17:54 WIB
Peristiwa
25 Feb 2025, 17:37 WIB
Rute Penerbangan
20 Feb 2025, 17:21 WIB
Peristiwa
17 Feb 2025, 16:59 WIB
Peristiwa
06 Feb 2025, 16:26 WIB
Peristiwa
24 Jan 2025, 15:59 WIB
Rute Penerbangan
23 Jan 2025, 14:19 WIB
Peristiwa
10 Jan 2025, 13:50 WIB
Rute Penerbangan
07 Jan 2025, 13:03 WIB
Info Bandara
02 Jan 2025, 12:30 WIB
Info Bandara
29 Apr 2024, 13:53 WIB
Rute Penerbangan
25 Apr 2024, 13:49 WIB
Info Bandara
24 Apr 2024, 13:44 WIB
Peristiwa
23 Apr 2024, 13:39 WIB
Maskapai
23 Apr 2024, 13:35 WIB
Info Bandara
22 Apr 2024, 13:31 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:13 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:06 WIB
Regulasi
17 Apr 2024, 13:03 WIB
Maskapai
15 Apr 2024, 12:55 WIB
Info Bandara
08 Apr 2024, 12:53 WIB
Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...

Soekarno-Hatta Terpilih Sebagai Bandara dengan Pemulihan Tercepat di Asia Pasifik
Dibaca 30.495 kali