Program ini berlaku untuk pembelian tiket mulai 1 Maret hingga 7 April 2025, dan untuk jadwal penerbangan yang berlangsung dari 24 Maret hingga 7 April 2025.
Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan di sektor transportasi udara, termasuk kementerian, operator bandara, maskapai penerbangan, hingga penyedia bahan bakar pesawat. Pemerintah berupaya meringankan beban masyarakat yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman dengan menurunkan harga tiket melalui kombinasi beberapa kebijakan fiskal dan efisiensi biaya operasional.
Salah satu komponen utama dari diskon ini berasal dari insentif pajak yang diberikan pemerintah. Penumpang kini hanya dibebankan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 5 persen dari harga tiket, setelah pemerintah menanggung sebagian PPN sebesar 6 persen. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 18 Tahun 2025, yang ditandatangani dan diumumkan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
“Mulai 1 Maret hingga 7 April, setiap pembelian tiket kelas ekonomi untuk penerbangan domestik dengan jadwal terbang antara 24 Maret sampai 7 April hanya dikenakan PPN sebesar 5 persen,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Senin, 3 Maret 2025.
Insentif ini diberikan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan meringankan beban pengeluaran masyarakat, khususnya dalam periode yang menjadi puncak pergerakan penumpang menjelang Hari Raya Idulfitri. Pemerintah berharap kebijakan ini tidak hanya membantu masyarakat secara langsung, tetapi juga mendorong peningkatan aktivitas di sektor penerbangan dan pariwisata daerah.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan apresiasi terhadap sinergi semua pihak dalam mewujudkan kebijakan ini. Ia menekankan bahwa penurunan harga tiket tidak hanya disebabkan oleh insentif pajak, tetapi juga berkat keberhasilan dalam menurunkan sejumlah komponen biaya operasional penerbangan.
“Kita berhasil menurunkan biaya kebandarudaraan dan mengurangi harga avtur di 37 bandara. Selain itu, fuel charge pun bisa ditekan. Semua ini memberikan dampak kumulatif terhadap harga tiket, mirip seperti yang kita lakukan pada periode Natal dan Tahun Baru lalu,” jelas AHY.
AHY juga mengungkapkan bahwa inisiatif dari Kementerian Keuangan yang turut menanggung sebagian PPN menjadi elemen kunci dalam mencapai diskon maksimal hingga 14 persen. Ia menyatakan harapan agar langkah ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang ingin pulang kampung saat Lebaran.
Kebijakan penurunan harga tiket pesawat ini disambut positif oleh berbagai kalangan, terutama masyarakat menengah yang selama ini mengandalkan transportasi udara untuk perjalanan jarak jauh. Tingginya harga tiket selama musim mudik kerap menjadi keluhan rutin, dan pemerintah kini mencoba merespons secara konkret melalui kebijakan fiskal dan efisiensi sektor penerbangan.
Di sisi lain, maskapai penerbangan dan operator bandara juga memberikan dukungan dengan menyesuaikan struktur biaya. Efisiensi dilakukan tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan kenyamanan penerbangan. Penurunan harga bahan bakar pesawat atau avtur di sejumlah bandara turut memberikan ruang bagi maskapai untuk menerapkan harga yang lebih kompetitif.
Dengan rentang waktu yang telah ditentukan untuk pembelian dan jadwal penerbangan, masyarakat diimbau untuk segera merencanakan perjalanan mudik mereka lebih awal. Pemerintah juga akan terus memantau pelaksanaan kebijakan ini agar berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan awal, yaitu membantu masyarakat serta menjaga stabilitas harga selama periode puncak.
Kebijakan diskon tiket pesawat ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian program nasional dalam mendukung kelancaran dan kenyamanan mudik Lebaran 2025. Selain sektor udara, pemerintah juga tengah menyiapkan fasilitas transportasi darat dan laut dengan pendekatan yang sama, yakni memastikan tarif terjangkau dan layanan yang memadai.
Dengan langkah-langkah konkret ini, pemerintah berupaya menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat saat Lebaran, sekaligus menjaga agar momentum pertumbuhan sektor transportasi dan pariwisata domestik tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung. (*)
Penerbangan Langsung Singapura–Labuan Bajo Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Investasi
26 Mar 2025, 18:47 WIB
Wings Air Resmikan Penerbangan Makassar–Selayar, Perkuat Akses ke Destinasi Tersembunyi
19 Mar 2025, 18:31 WIB
BBN Airlines Indonesia Alihkan Fokus Bisnis ke Layanan Carter Pesawat Model ACMI
08 Mar 2025, 18:04 WIB
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara Demi Stabilkan Tiket Pesawat Lebaran
05 Mar 2025, 17:54 WIB
Peristiwa
25 Feb 2025, 17:37 WIB
Rute Penerbangan
20 Feb 2025, 17:21 WIB
Peristiwa
17 Feb 2025, 16:59 WIB
Peristiwa
06 Feb 2025, 16:26 WIB
Peristiwa
24 Jan 2025, 15:59 WIB
Rute Penerbangan
23 Jan 2025, 14:19 WIB
Peristiwa
10 Jan 2025, 13:50 WIB
Rute Penerbangan
07 Jan 2025, 13:03 WIB
Info Bandara
02 Jan 2025, 12:30 WIB
Info Bandara
29 Apr 2024, 13:53 WIB
Rute Penerbangan
25 Apr 2024, 13:49 WIB
Info Bandara
24 Apr 2024, 13:44 WIB
Peristiwa
23 Apr 2024, 13:39 WIB
Maskapai
23 Apr 2024, 13:35 WIB
Info Bandara
22 Apr 2024, 13:31 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:13 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:06 WIB
Regulasi
17 Apr 2024, 13:03 WIB
Maskapai
15 Apr 2024, 12:55 WIB
Info Bandara
08 Apr 2024, 12:53 WIB
Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...

Soekarno-Hatta Terpilih Sebagai Bandara dengan Pemulihan Tercepat di Asia Pasifik
Dibaca 30.549 kali