Kabar Haji 2025
Kabar Haji 2025
Home
»
Internasional
»
Detail Berita


Konflik India vs Pakistan Memaksa Maskapai Internasional Ubah Jalur Penerbangan

Foto: Ketegangan yang terjadi antara India vs Pakistan menyebabkan sejumlah maskapai internasional mengubah jalur penerbangan. (mathrubhumi.com)
Modern Fashion
Oleh : Joko Yuwono

Jakarta, infopesawat.com – Situasi geopolitik yang memanas antara India dan Pakistan memicu gangguan besar dalam sektor penerbangan internasional.

Sejumlah maskapai dari berbagai negara memutuskan untuk mengubah rute penerbangan mereka guna menghindari wilayah udara kedua negara, menyusul serangan militer India ke wilayah Pakistan pada Rabu (7/5/2025).

Air India menjadi salah satu maskapai pertama yang mengambil langkah sigap dengan membatalkan semua penerbangan dari dan menuju sembilan kota penting, termasuk wilayah sensitif di Kashmir seperti Jammu, Srinagar, dan Leh.

Tak hanya itu, kota-kota di negara bagian Gujarat dan Punjab seperti Jamnagar, Rajkot, Bhuj, serta Amritsar juga masuk dalam daftar yang terdampak.

Maskapai milik negara tersebut menyatakan bahwa pembatalan akan berlangsung hingga setidaknya tengah hari waktu setempat, sambil menunggu arahan lebih lanjut dari otoritas penerbangan.

Kebijakan serupa diambil oleh maskapai domestik India lainnya seperti SpiceJet dan IndiGo.

Keduanya melaporkan bahwa sejumlah penerbangan dari dan menuju wilayah utara India, termasuk Jammu dan Dharamshala, mengalami gangguan signifikan.

Situasi ini menambah tekanan bagi sektor transportasi udara di kawasan tersebut yang kini sedang bergulat dengan ketidakpastian keamanan.

Dampak konflik juga dirasakan oleh maskapai dari negara tetangga dan kawasan Timur Tengah.

Pakistan International Airlines (PIA), maskapai nasional Pakistan, mengonfirmasi bahwa sejumlah penerbangan yang sedang berada di udara terpaksa dialihkan ke Karachi demi alasan keamanan.

Maskapai asal Qatar, Qatar Airways, memilih untuk menangguhkan sementara seluruh penerbangannya ke Pakistan akibat ditutupnya wilayah udara negara itu.

Melalui pernyataan resminya, Qatar Airways menekankan bahwa keselamatan penumpang dan kru merupakan prioritas utama di tengah situasi genting tersebut.

Dari benua Eropa, maskapai seperti Air France dan Lufthansa juga mengambil langkah serupa.

Air France mengumumkan penangguhan seluruh penerbangan yang melintasi kawasan Asia Selatan, menyusul eskalasi ketegangan militer antara India dan Pakistan.

Maskapai tersebut mengaku terus melakukan pemantauan situasi guna memastikan tingkat keselamatan tertinggi bagi setiap penerbangan yang dioperasikan.

Lufthansa, maskapai penerbangan nasional Jerman, mengonfirmasi kepada kantor berita Reuters bahwa pihaknya telah menghindari wilayah udara Pakistan untuk sementara waktu dan belum menetapkan kapan rute normal akan kembali dijalankan.

Data pelacakan penerbangan juga mengindikasikan adanya perubahan rute oleh beberapa maskapai besar lainnya.

British Airways, Swiss International Air Lines, dan Emirates dilaporkan mengalihkan jalur penerbangan mereka melalui Laut Arab sebelum berbelok ke arah utara menuju Delhi.

Langkah tersebut diambil untuk menghindari wilayah udara Pakistan yang saat ini telah ditutup bagi sebagian besar penerbangan internasional dan domestik.

Penutupan wilayah udara oleh kedua negara sejatinya telah diberlakukan sejak insiden serangan kelompok bersenjata di Pahalgam, Kashmir, pada 22 April lalu.

Insiden itu menjadi titik tolak meningkatnya ketegangan antara dua negara yang memiliki sejarah panjang konflik di kawasan Himalaya.

Namun, serangan militer India ke wilayah Pakistan pada awal Mei ini memperburuk situasi dan memicu kekhawatiran komunitas internasional, termasuk sektor penerbangan sipil global.

Langkah pengalihan rute ini diperkirakan akan berdampak langsung terhadap biaya operasional maskapai.

Penerbangan yang sebelumnya dapat menempuh jalur langsung kini harus melewati rute lebih panjang, yang artinya penggunaan bahan bakar akan meningkat dan waktu tempuh menjadi lebih lama

Hal ini tentu saja menambah beban biaya yang tidak sedikit, terutama bagi maskapai dengan frekuensi tinggi di jalur Asia Selatan.

Situasi ini mencerminkan bagaimana konflik regional tidak hanya berdampak pada aspek militer dan diplomatik, tetapi juga mengguncang sektor ekonomi yang lebih luas, termasuk transportasi udara.

Sejumlah maskapai tengah menunggu perkembangan lebih lanjut dan siap menyesuaikan kebijakan operasional mereka dengan situasi di lapangan.

Bagi maskapai penerbangan dan penumpang internasional, konflik India-Pakistan kali ini menjadi pengingat betapa rapuhnya jaringan penerbangan global di tengah ketegangan geopolitik yang bisa meletus sewaktu-waktu. (*)

Halaman :

Sorotan


Pemerintah Libatkan Lion Air Layani Penerbangan Jamaah Haji Indonesia Tahun 2025

Peristiwa

Lion Air Buka Tiga Jalur Udara Baru dari Palangkaraya ke Makassar, Bali, dan Lombok

Rute Penerbangan

Garuda Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi di Ajang Skyteam The Aviation Challenge

Peristiwa

Pesawat Latih API Lakukan Pendaratan Darurat di Pantai Banyuwangi, Dua Awak Selamat

Peristiwa

Garuda Indonesia Tambah Armada, Perkuat Layanan Penerbangan Domestik dan Internasional

Peristiwa

Pilihan Redaksi

Ini Penyebab BBN Airlines Hentikan Rute Penerbangan Jakarta-Surabaya

Rute Penerbangan

Lion Air Tambah Frekuensi Penerbangan Umrah, Siapkan 66 Jadwal Tiap Pekan

Peristiwa

Penerbangan Langsung Padang–Singapura Kembali Dibuka, Harapan Baru Pariwisata dan Ekonomi Sumbar

Rute Penerbangan

Terminal 2F Bandara Soetta Siap Layani Penerbangan Umrah Mulai Januari 2025

Info Bandara

17 Bandara Kehilangan Status Internasional, Pemerintah Fokus Perkuat Konektivitas Domestik

Info Bandara

Baca Juga

Pelita Air Resmikan Rute Baru Jakarta-Kendari, Perluas Konektivitas Udara Nasional

Rute Penerbangan

Presiden Jokowi Resmikan Bandara Panua Pohuwato, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Info Bandara

Kepatuhan Meningkat, Festival Balon Udara Wonosobo 2024 Berlangsung Aman

Peristiwa

Trigana Air Service, Maskapai Nasional yang Menjadi Penghubung Penting Nusantara

Maskapai

Bandara Sam Ratulangi Kembali Beroperasi Setelah Gunung Ruang Turun Status

Info Bandara

Berita Lainnya

Soekarno-Hatta International Airport Masuk 25 Besar Bandara Terbaik Dunia Versi Skytrax

Info Bandara

Bandar Udara Sam Ratulangi Ditutup Sementara Akibat Erupsi Gunung Ruang

Info Bandara

Pemerintah Cabut Aturan Pembatasan Barang Kiriman Pekerja Migran Indonesia

Regulasi

Merger Citilink dan Pelita Air akan Dilakukan Bersamaan dengan Proses Merger Garuda Indonesia dan InJourney

Maskapai

Penumpang di 35 Bandara InJourney Naik 21 Persen Saat Puncak Arus Mudik Lebaran 2024

Info Bandara

Internasional
Lihat Semua
Domestik
Lihat Semua