Kabar Haji 2025
Kabar Haji 2025
Home
»
Teknologi
»
Detail Berita


Indonesia Resmi Tambah 18 Jet Rafale, Total Miliki 42 Unit Pesawat Tempur Prancis

Foto: Indonesia Resmi Tambah 18 Jet Rafale, Total Miliki 42 Unit Pesawat Tempur Prancis
Modern Fashion
Oleh : Joko Yuwono

Jakarta, infopesawat.com – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) secara resmi mengaktifkan kontrak pengadaan tahap ketiga untuk 18 unit pesawat tempur Rafale.

Dengan kontrak terbaru ini, total jet tempur Rafale yang akan dimiliki Indonesia mencapai 42 unit, memperkuat posisi pertahanan udara nasional.

Brigadir Jenderal TNI Edwin Adrian Sumantha, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, saat dihubungi di Jakarta pada Rabu (8/1), menyampaikan bahwa kontrak efektif ini memungkinkan Dassault Aviation, produsen pesawat asal Prancis, untuk mulai membangun 18 unit Rafale tambahan bagi Indonesia.

"Pengadaan ini merupakan kelanjutan dari dua kontrak sebelumnya, yakni enam unit yang diresmikan pada September 2022, serta 18 unit yang diaktifkan pada Agustus 2023. Dengan demikian, total keseluruhan pesanan Indonesia mencapai 42 unit Rafale," jelas Edwin.

Lebih lanjut, Edwin mengungkapkan bahwa kedatangan pesawat Rafale pertama dijadwalkan pada awal 2026. Selain pesawat, paket pembelian juga mencakup persenjataan dan berbagai perlengkapan pendukung.

“Kehadiran jet tempur Rafale dan perlengkapannya ini diharapkan secara signifikan meningkatkan kekuatan dan kesiapan TNI Angkatan Udara dalam mempertahankan kedaulatan udara Indonesia,” ujar Edwin menambahkan.

Sementara itu, Dassault Aviation dalam siaran pers resminya pada 8 Januari 2024 turut mengonfirmasi pengaktifan kontrak tahap ketiga ini. Direktur Utama Dassault Aviation, Eric Trappier, menyatakan bahwa Indonesia kini secara resmi menjadi pengguna Rafale dalam jumlah besar, dengan total 42 unit yang akan diproduksi dan dikirimkan.

"Kami berkomitmen untuk menjalin kemitraan jangka panjang dengan Indonesia. Keputusan pemerintah Indonesia memilih Rafale menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat pertahanan dan menegaskan aspirasinya untuk menjadi kekuatan utama di kawasan Asia," kata Eric Trappier.

Keunggulan Rafale: Pesawat Tempur Serbaguna Generasi 4.5

Rafale dikenal sebagai pesawat tempur generasi 4.5 yang canggih dan serbaguna, menjadi tulang punggung kekuatan udara di berbagai negara anggota NATO. Kemampuan multi-peran (omnirole) Rafale membuatnya dapat digunakan dalam berbagai jenis operasi militer, mulai dari dominasi udara, pertahanan udara, serangan udara jarak dekat, hingga misi serangan strategis ke wilayah musuh.

Selain itu, Rafale juga memiliki kapabilitas untuk melakukan pengintaian udara serta serangan terhadap target laut, memperlihatkan fleksibilitas yang luar biasa dalam operasi-operasi militer.

Kemampuan Rafale tidak hanya terletak pada desain aerodinamis dan teknologi avioniknya, melainkan juga pada kompatibilitasnya dengan beragam sistem persenjataan modern. Jet ini mampu membawa dan meluncurkan rudal udara-ke-udara jarak jauh seperti METEOR dan MICA, yang memungkinkan serangan terhadap target di luar jangkauan visual pilot (Beyond Visual Range).

Selain rudal udara, Rafale juga dapat dipersenjatai dengan rudal jelajah SCALP yang berdaya jangkau panjang, rudal anti-kapal AM39 EXOCET, serta berbagai jenis bom berpemandu laser. Pesawat ini pun dibekali dengan meriam internal NEXTER 30M791 kaliber 30 mm, yang memiliki kecepatan tembakan luar biasa, mampu mengeluarkan hingga 2.500 peluru per menit.

Dukungan Strategis untuk TNI AU

Kehadiran Rafale diharapkan menjadi pendorong besar bagi modernisasi TNI Angkatan Udara, sejalan dengan rencana strategis pertahanan nasional. Dalam konteks geopolitik regional yang dinamis, Indonesia menilai pentingnya memiliki kekuatan udara yang tidak hanya defensif, namun juga mampu melakukan aksi ofensif dan pengintaian jarak jauh.

Penguatan alutsista ini dinilai akan memperbesar peran Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara. Dengan Rafale, Indonesia akan memiliki kekuatan tempur udara yang sejajar dengan negara-negara besar di kawasan tersebut.

Selain meningkatkan daya gentar terhadap potensi ancaman, Rafale juga mendukung misi-misi non-tempur seperti operasi kemanusiaan dan evakuasi dalam situasi darurat, berkat kemampuan pengangkutan logistik dan fleksibilitas operasionalnya.

Kemitraan Jangka Panjang RI-Prancis

Kontrak pembelian Rafale ini juga menunjukkan eratnya hubungan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Prancis. Melalui pengadaan ini, kedua negara diharapkan dapat memperdalam kerja sama di bidang teknologi pertahanan, pelatihan pilot, serta transfer teknologi dalam jangka panjang.

Eric Trappier menambahkan bahwa Dassault Aviation siap memberikan dukungan penuh dalam proses pengiriman, pelatihan, serta pemeliharaan pesawat-pesawat tersebut, sehingga keberadaan Rafale dapat dioptimalkan sejalan dengan kebutuhan operasional TNI AU.

Dengan kesepakatan ini, Indonesia resmi bergabung dengan jajaran negara pengguna Rafale seperti Prancis, India, Mesir, Qatar, dan Yunani. Indonesia pun menjadi salah satu negara di Asia yang mengoperasikan Rafale dalam jumlah besar, mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat pertahanan udara nasional untuk menghadapi tantangan masa depan. (*)

Halaman :

Sorotan


Pemerintah Libatkan Lion Air Layani Penerbangan Jamaah Haji Indonesia Tahun 2025

Peristiwa

Lion Air Buka Tiga Jalur Udara Baru dari Palangkaraya ke Makassar, Bali, dan Lombok

Rute Penerbangan

Garuda Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi di Ajang Skyteam The Aviation Challenge

Peristiwa

Pesawat Latih API Lakukan Pendaratan Darurat di Pantai Banyuwangi, Dua Awak Selamat

Peristiwa

Garuda Indonesia Tambah Armada, Perkuat Layanan Penerbangan Domestik dan Internasional

Peristiwa

Pilihan Redaksi

Ini Penyebab BBN Airlines Hentikan Rute Penerbangan Jakarta-Surabaya

Rute Penerbangan

Lion Air Tambah Frekuensi Penerbangan Umrah, Siapkan 66 Jadwal Tiap Pekan

Peristiwa

Penerbangan Langsung Padang–Singapura Kembali Dibuka, Harapan Baru Pariwisata dan Ekonomi Sumbar

Rute Penerbangan

Terminal 2F Bandara Soetta Siap Layani Penerbangan Umrah Mulai Januari 2025

Info Bandara

17 Bandara Kehilangan Status Internasional, Pemerintah Fokus Perkuat Konektivitas Domestik

Info Bandara

Baca Juga

Pelita Air Resmikan Rute Baru Jakarta-Kendari, Perluas Konektivitas Udara Nasional

Rute Penerbangan

Presiden Jokowi Resmikan Bandara Panua Pohuwato, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Info Bandara

Kepatuhan Meningkat, Festival Balon Udara Wonosobo 2024 Berlangsung Aman

Peristiwa

Trigana Air Service, Maskapai Nasional yang Menjadi Penghubung Penting Nusantara

Maskapai

Bandara Sam Ratulangi Kembali Beroperasi Setelah Gunung Ruang Turun Status

Info Bandara

Berita Lainnya

Soekarno-Hatta International Airport Masuk 25 Besar Bandara Terbaik Dunia Versi Skytrax

Info Bandara

Bandar Udara Sam Ratulangi Ditutup Sementara Akibat Erupsi Gunung Ruang

Info Bandara

Pemerintah Cabut Aturan Pembatasan Barang Kiriman Pekerja Migran Indonesia

Regulasi

Merger Citilink dan Pelita Air akan Dilakukan Bersamaan dengan Proses Merger Garuda Indonesia dan InJourney

Maskapai

Penumpang di 35 Bandara InJourney Naik 21 Persen Saat Puncak Arus Mudik Lebaran 2024

Info Bandara

Internasional
Lihat Semua
Domestik
Lihat Semua