Cikal bakal Garuda Indonesia bermula pada 26 Januari 1949, saat Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) memprakarsai layanan penerbangan sipil pertama Indonesia. Mereka menyewakan pesawat dengan nama “Indonesian Airways” kepada pemerintah Burma (sekarang Myanmar), sebagai bentuk solidaritas internasional dan penguatan diplomasi muda kala itu. Namun, setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) disepakati pada akhir 1949, layanan tersebut dihentikan, dan pesawat-pesawat dikembalikan ke AURI serta dimasukkan dalam struktur Dinas Angkutan Udara Militer.
Kelanjutan upaya menghadirkan maskapai nasional dilakukan melalui perundingan antara Indonesia dan KLM Inter-Insulair Bedrijf (KLM IIB), anak perusahaan maskapai Belanda. Hasil dari diskusi ini pada 21 Desember 1949 adalah terbentuknya maskapai Garuda Indonesian Airways (GIA), nama yang dipilih langsung oleh Presiden Soekarno. Untuk memastikan kelangsungan operasional, sejumlah staf dari KLM tetap membantu sembari melatih personel Indonesia. Armada awal GIA pun berasal dari pesawat peninggalan KLM-IIB.
Reputasi Internasional Tetap Terjaga
Sebagai simbol kebanggaan bangsa, Garuda Indonesia terus menunjukkan eksistensinya di kancah global. Pada tahun 2023, maskapai ini kembali meraih penghargaan internasional prestisius: The World’s Best Airline Cabin Crew dari lembaga pemeringkat independen Skytrax, yang berbasis di London, Inggris. Ini merupakan kali keenam Garuda Indonesia memperoleh gelar serupa, setelah sebelumnya memenangkannya berturut-turut selama lima tahun sejak 2014 hingga 2018.
Penilaian dari Skytrax didasarkan pada survei kepuasan pelanggan terhadap layanan awak kabin, dengan kriteria seperti profesionalitas, keramahan, dan antusiasme pelayanan. Survei ini dilakukan secara global sejak September 2022 hingga Mei 2023 dan melibatkan lebih dari 325 maskapai dari seluruh dunia. Capaian ini memperkuat posisi Garuda Indonesia sebagai salah satu maskapai dengan standar layanan terbaik secara global.
### Operasional Meningkat Pasca Pandemi
Setelah terpukul akibat pandemi COVID-19, Garuda Indonesia perlahan bangkit. Hingga kuartal ketiga tahun 2023, Garuda Indonesia Group berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam jumlah penumpang. Sebanyak 14,28 juta penumpang berhasil dilayani, meningkat 36,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk merek utama Garuda Indonesia, jumlah penumpang mencapai 5,76 juta orang, yang terdiri atas 4,58 juta penumpang domestik dan 1,18 juta penumpang rute internasional. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, penumpang domestik tumbuh 41,44 persen, sedangkan penumpang internasional mengalami lonjakan drastis sebesar 153,75 persen.
Selain itu, tingkat keterisian kursi atau *Seat Load Factor (SLF)* juga mencatat peningkatan. Per September 2023, SLF mencapai 71,02 persen, naik 7,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 65,93 persen. Peningkatan ini menunjukkan bahwa strategi pengelolaan kapasitas penerbangan semakin efektif.
Kinerja ketepatan waktu atau *On Time Performance (OTP)* pun menunjukkan hasil menggembirakan. Dari total 44.353 penerbangan selama periode hingga September 2023, Garuda Indonesia mencatat OTP sebesar 87,8 persen, mencerminkan efisiensi dan keandalan operasional maskapai.
### Ekspansi Bisnis Kargo
Tak hanya di sektor penumpang, Garuda Indonesia juga mulai melihat potensi besar dalam layanan kargo. Pada kuartal ketiga tahun 2023, volume kargo yang berhasil diangkut mencapai 44.180 ton, naik 14,17 persen dibandingkan kuartal sebelumnya yang tercatat 38.698 ton. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa lini bisnis kargo semakin menjadi andalan di tengah pemulihan sektor aviasi.
Dalam rangka mengoptimalkan potensi tersebut, Garuda Indonesia telah melakukan uji coba pengoperasian pesawat kargo khusus jenis *narrow body freighter* pada Oktober 2023. Uji coba ini difokuskan untuk menjajaki pasar komoditas umum serta ekspor. Diharapkan, pengoperasian pesawat jenis ini secara reguler bisa dimulai pada akhir tahun 2024 guna memperkuat jaringan logistik nasional.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, menyatakan optimisme terhadap prospek bisnis pasca-pandemi. Ia menekankan bahwa perseroan terus mencari terobosan dan memperkuat kapabilitas untuk menjawab tantangan industri penerbangan yang dinamis.
Sebagai maskapai pelat merah yang telah melayani penerbangan selama 75 tahun, Garuda Indonesia tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol prestise bangsa di dunia internasional. Dari sejarah perjuangan hingga pencapaian global, Garuda Indonesia menunjukkan konsistensi dan komitmen tinggi untuk menjadi tulang punggung transportasi udara nasional.
Dengan peningkatan kinerja operasional dan reputasi yang terus dijaga, Garuda Indonesia diharapkan dapat terus terbang tinggi, menghubungkan Indonesia dengan dunia, serta menginspirasi kebanggaan nasional. (*)
Penerbangan Langsung Singapura–Labuan Bajo Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Investasi
26 Mar 2025, 18:47 WIB
Wings Air Resmikan Penerbangan Makassar–Selayar, Perkuat Akses ke Destinasi Tersembunyi
19 Mar 2025, 18:31 WIB
BBN Airlines Indonesia Alihkan Fokus Bisnis ke Layanan Carter Pesawat Model ACMI
08 Mar 2025, 18:04 WIB
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara Demi Stabilkan Tiket Pesawat Lebaran
05 Mar 2025, 17:54 WIB
Peristiwa
25 Feb 2025, 17:37 WIB
Rute Penerbangan
20 Feb 2025, 17:21 WIB
Peristiwa
17 Feb 2025, 16:59 WIB
Peristiwa
06 Feb 2025, 16:26 WIB
Peristiwa
24 Jan 2025, 15:59 WIB
Rute Penerbangan
23 Jan 2025, 14:19 WIB
Peristiwa
10 Jan 2025, 13:50 WIB
Rute Penerbangan
07 Jan 2025, 13:03 WIB
Info Bandara
02 Jan 2025, 12:30 WIB
Info Bandara
29 Apr 2024, 13:53 WIB
Rute Penerbangan
25 Apr 2024, 13:49 WIB
Info Bandara
24 Apr 2024, 13:44 WIB
Peristiwa
23 Apr 2024, 13:39 WIB
Maskapai
23 Apr 2024, 13:35 WIB
Info Bandara
22 Apr 2024, 13:31 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:13 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:06 WIB
Regulasi
17 Apr 2024, 13:03 WIB
Maskapai
15 Apr 2024, 12:55 WIB
Info Bandara
08 Apr 2024, 12:53 WIB
Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...

Soekarno-Hatta Terpilih Sebagai Bandara dengan Pemulihan Tercepat di Asia Pasifik
Dibaca 30.523 kali