Di era modern, jet tempur tidak hanya untuk pertempuran udara, tetapi juga mampu menjalankan berbagai misi berkat teknologi canggih seperti mesin berdaya tinggi, sistem radar mutakhir, dan persenjataan kompleks.
Dalam daftar 10 jet tempur tercanggih di dunia, Lockheed Martin F-35 Lightning II menempati posisi teratas. Jet ini dilengkapi sistem sensor dan fusi data yang mampu mengumpulkan serta mendistribusikan informasi lebih cepat dibandingkan jet siluman lainnya, memberi keunggulan strategis bagi pilot dalam mengambil keputusan di medan perang. Akselerasi, kelincahan, dan manuvernya pun diakui luar biasa.
China turut bersaing di level ini dengan jet tempur J-20 Mighty Dragon. Meski tidak selincah F-22 atau Su-57 karena tidak dilengkapi knalpot mesin vektor-dorong, desain siluman J-20 termasuk yang tercanggih. Rincian teknis pesawat ini dirahasiakan, dan kini China tengah mengembangkan varian baru, termasuk versi dua kursi untuk pengendalian drone serta penggunaan mesin baru yang lebih bertenaga.
Lockheed Martin F-22 Raptor juga masuk dalam jajaran pesawat tempur paling maju. Jet tempur kursi tunggal bermesin ganda ini dikembangkan untuk Angkatan Udara Amerika Serikat melalui program Advanced Tactical Fighter. F-22 dirancang terutama untuk superioritas udara, namun juga mampu menjalankan misi serangan darat, peperangan elektronik, dan pengumpulan intelijen sinyal. Lockheed Martin bertanggung jawab atas produksi utama, sementara Boeing menangani bagian sayap, badan belakang, integrasi avionik, hingga sistem pelatihan.
Korea Selatan dan Indonesia berkolaborasi menghasilkan KF-21 Boramae, jet tempur baru yang membawa banyak fitur canggih serupa dengan F-35. Meski dalam tahap awal pengembangan, Boramae dirancang untuk terus ditingkatkan. Versi berikutnya akan dilengkapi teluk senjata internal dan sensor yang lebih maju, mengangkat posisi jet ini lebih tinggi dalam peta kekuatan udara global.
Sementara itu, Rusia mengandalkan Sukhoi Su-57 Felon sebagai pesawat siluman generasi kelima. Meski pengembangannya tersendat oleh berbagai kendala teknis, Su-57 tetap menunjukkan potensi besar berkat kemampuan manuver di kecepatan rendah serta sistem elektronik dan sensor mutakhir. Rusia terus melakukan penyempurnaan, termasuk rencana penerapan mesin baru dalam waktu dekat.
China juga memperkenalkan FC-31, pesawat tempur generasi kelima yang dirancang untuk kapal induk sekaligus untuk pasar ekspor. Meski rincian kemampuannya masih sedikit diketahui, gambar terbaru menunjukkan sejumlah pembaruan seperti desain mesin baru, kanopi yang diperbaharui, dan berbagai peningkatan penting lainnya.
Tak kalah menarik, F-15 Eagle tetap menunjukkan dominasinya meski telah melampaui usia 50 tahun sejak diperkenalkan. Pesawat ini menjadi satu-satunya jet tempur yang membukukan lebih dari 100 kemenangan udara tanpa satu pun kekalahan. Boeing kini mengembangkan varian terbaru, F-15EX, yang membawa radar baru, sistem avionik modern, dan berbagai senjata canggih, memperpanjang umur operasional jet legendaris ini.
Di Eropa, Eurofighter Typhoon menonjol sebagai hasil kolaborasi beberapa negara besar. Meski awalnya diproyeksikan hanya untuk Eropa, jet ini kini digunakan oleh berbagai negara di Timur Tengah. Dengan teknologi yang terus diperbarui, Typhoon varian Tranche 3 dan Tranche 4 membawa sistem elektronik dan persenjataan terbaru, memperkuat posisi jet ini di antara pesawat generasi keempat tercanggih.
Dari Prancis, Rafale tampil sebagai jet multirole dengan berbagai varian, termasuk yang dioperasikan dari kapal induk. Dengan sistem senjata dan sensor terbaru di varian F3, serta pengembangan lanjutan dalam Rafale F4, Prancis dan sejumlah negara mitra seperti Uni Emirat Arab dan India bersiap memperkuat armadanya dengan teknologi terbaru dari Rafale.
Terakhir, Rusia dan China memanfaatkan platform Su-27 untuk mengembangkan sejumlah varian seperti Su-30, Su-35, Su-37, dan Shenyang J-16. Di antara mereka, Su-35S menjadi versi paling maju dengan integrasi sistem elektronik buatan Rusia yang terkini dan fitur nozel mesin thrust-vectoring yang memungkinkan manuver ekstrem di udara, menjadikannya salah satu jet tempur paling lincah dan berbahaya di dunia saat ini.
Dengan beragam inovasi dan pengembangan di berbagai belahan dunia, kompetisi di langit terus memanas. Setiap negara berlomba menghasilkan jet tempur yang lebih cepat, lebih canggih, dan lebih mematikan, untuk mengamankan supremasi udara di masa depan. (*)
Penerbangan Langsung Singapura–Labuan Bajo Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Investasi
26 Mar 2025, 18:47 WIB
Wings Air Resmikan Penerbangan Makassar–Selayar, Perkuat Akses ke Destinasi Tersembunyi
19 Mar 2025, 18:31 WIB
BBN Airlines Indonesia Alihkan Fokus Bisnis ke Layanan Carter Pesawat Model ACMI
08 Mar 2025, 18:04 WIB
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara Demi Stabilkan Tiket Pesawat Lebaran
05 Mar 2025, 17:54 WIB
Peristiwa
25 Feb 2025, 17:37 WIB
Rute Penerbangan
20 Feb 2025, 17:21 WIB
Peristiwa
17 Feb 2025, 16:59 WIB
Peristiwa
06 Feb 2025, 16:26 WIB
Peristiwa
24 Jan 2025, 15:59 WIB
Rute Penerbangan
23 Jan 2025, 14:19 WIB
Peristiwa
10 Jan 2025, 13:50 WIB
Rute Penerbangan
07 Jan 2025, 13:03 WIB
Info Bandara
02 Jan 2025, 12:30 WIB
Info Bandara
29 Apr 2024, 13:53 WIB
Rute Penerbangan
25 Apr 2024, 13:49 WIB
Info Bandara
24 Apr 2024, 13:44 WIB
Peristiwa
23 Apr 2024, 13:39 WIB
Maskapai
23 Apr 2024, 13:35 WIB
Info Bandara
22 Apr 2024, 13:31 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:13 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:06 WIB
Regulasi
17 Apr 2024, 13:03 WIB
Maskapai
15 Apr 2024, 12:55 WIB
Info Bandara
08 Apr 2024, 12:53 WIB
Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...

Soekarno-Hatta Terpilih Sebagai Bandara dengan Pemulihan Tercepat di Asia Pasifik
Dibaca 30.328 kali