Namun, dalam peristiwa tersebut, satu penumpang yang ikut dalam penerbangan itu, yakni Deni Sobali yang bertugas sebagai ahli mesin, dinyatakan meninggal dunia. Keterangan resmi ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, yang juga memastikan bahwa baik korban selamat maupun korban meninggal akan segera dibawa ke RSUD dr. H. Yusuf SK Tarakan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan laporan dari tim SAR, lokasi penemuan pesawat dan kedua awaknya terletak di titik koordinat 03°43’27.60” Lintang Utara dan 115°56’32.40” Bujur Timur. Adita menyampaikan apresiasi atas kerja sama berbagai pihak yang terlibat dalam upaya pencarian dan evakuasi ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan operasi ini tidak lepas dari koordinasi yang solid antara instansi terkait serta dedikasi tim di lapangan.
Sebelumnya, pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak pada Jumat, 8 Maret 2024, tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Juwata di Tarakan. Pesawat perintis itu dijadwalkan terbang menuju Binuang, Krayan, Nunukan, dengan waktu tempuh yang diperkirakan sekitar satu jam. Pesawat terbang pada pukul 08.25 Wita dan seharusnya tiba sekitar pukul 09.25 Wita. Namun, dalam perjalanannya, pesawat kehilangan komunikasi dan dilaporkan hilang kontak.
Pesawat PK-SNE diketahui tengah mengangkut sembako sebanyak 21 item dengan total berat mencapai 583 kilogram. Muatan tersebut meliputi bahan-bahan kebutuhan pokok seperti gula sebanyak 25 kilogram, serta perlengkapan lainnya seperti pasta gigi, kopi, dan permen. Barang-barang ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Krayan yang memang bergantung pada distribusi melalui jalur udara karena keterbatasan akses darat.
Setelah laporan hilang kontak diterima, tim SAR segera mengerahkan operasi pencarian. Mengingat medan di sekitar Krayan yang sulit dijangkau dan kondisi cuaca yang berubah-ubah, proses pencarian memerlukan upaya ekstra. Berbagai satuan dari Basarnas, TNI, Polri, hingga warga setempat ikut bergabung dalam operasi ini. Pihak berwenang juga memanfaatkan teknologi pemantauan udara dan koordinasi intensif dengan bandara terdekat untuk mempercepat proses penemuan.
Ketika pesawat dan para awak akhirnya ditemukan, tim medis langsung dikerahkan untuk melakukan tindakan pertolongan pertama. Pilot Muhammad Yusuf dilaporkan mengalami luka-luka, namun masih dalam kondisi sadar saat ditemukan. Sementara itu, Deni Sobali dinyatakan sudah tidak bernyawa saat tim penyelamat tiba di lokasi kejadian. Kedua korban segera dievakuasi menggunakan helikopter menuju fasilitas kesehatan di Tarakan untuk penanganan lebih lanjut.
Insiden ini menjadi perhatian serius bagi otoritas penerbangan di Indonesia. Investigasi terhadap penyebab jatuhnya pesawat masih berlangsung dan melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Penyelidikan ini akan meliputi analisis rekaman penerbangan, pemeriksaan teknis pesawat, serta evaluasi prosedur operasional yang diterapkan dalam penerbangan tersebut.
Smart Aviation, sebagai operator pesawat, menyatakan dukacita mendalam atas meninggalnya salah satu awak mereka dan menyampaikan rasa syukur atas keselamatan pilot yang berhasil diselamatkan. Perusahaan juga berjanji akan bekerja sama penuh dalam proses investigasi yang sedang berjalan, serta berkomitmen meningkatkan standar keselamatan untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
Sementara itu, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menegaskan kembali komitmennya dalam meningkatkan pengawasan terhadap operasional penerbangan perintis di wilayah-wilayah terpencil. Mereka menilai bahwa jalur perintis memainkan peran vital dalam mendistribusikan kebutuhan pokok ke daerah-daerah yang sulit dijangkau, sehingga faktor keselamatan dalam operasional penerbangan jenis ini harus menjadi prioritas utama.
Tragedi ini juga menjadi pengingat akan tantangan besar dalam melayani rute-rute terpencil di Indonesia, di mana faktor cuaca ekstrem, keterbatasan infrastruktur, dan kondisi geografis yang berat sering kali menjadi hambatan dalam penerbangan. Otoritas penerbangan bersama seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat terus memperkuat aspek keselamatan untuk menjamin keamanan awak dan penumpang, sekaligus memastikan distribusi logistik tetap berjalan dengan baik ke pelosok negeri.
Hingga saat ini, keluarga korban telah diberitahu mengenai kondisi masing-masing awak pesawat. Upaya untuk mendampingi keluarga dalam menghadapi situasi ini juga sedang dilakukan, termasuk penyediaan dukungan psikologis dan bantuan administrasi yang diperlukan. (*)
Penerbangan Langsung Singapura–Labuan Bajo Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Investasi
26 Mar 2025, 18:47 WIB
Wings Air Resmikan Penerbangan Makassar–Selayar, Perkuat Akses ke Destinasi Tersembunyi
19 Mar 2025, 18:31 WIB
BBN Airlines Indonesia Alihkan Fokus Bisnis ke Layanan Carter Pesawat Model ACMI
08 Mar 2025, 18:04 WIB
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara Demi Stabilkan Tiket Pesawat Lebaran
05 Mar 2025, 17:54 WIB
Peristiwa
25 Feb 2025, 17:37 WIB
Rute Penerbangan
20 Feb 2025, 17:21 WIB
Peristiwa
17 Feb 2025, 16:59 WIB
Peristiwa
06 Feb 2025, 16:26 WIB
Peristiwa
24 Jan 2025, 15:59 WIB
Rute Penerbangan
23 Jan 2025, 14:19 WIB
Peristiwa
10 Jan 2025, 13:50 WIB
Rute Penerbangan
07 Jan 2025, 13:03 WIB
Info Bandara
02 Jan 2025, 12:30 WIB
Info Bandara
29 Apr 2024, 13:53 WIB
Rute Penerbangan
25 Apr 2024, 13:49 WIB
Info Bandara
24 Apr 2024, 13:44 WIB
Peristiwa
23 Apr 2024, 13:39 WIB
Maskapai
23 Apr 2024, 13:35 WIB
Info Bandara
22 Apr 2024, 13:31 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:13 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:06 WIB
Regulasi
17 Apr 2024, 13:03 WIB
Maskapai
15 Apr 2024, 12:55 WIB
Info Bandara
08 Apr 2024, 12:53 WIB
Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...

Soekarno-Hatta Terpilih Sebagai Bandara dengan Pemulihan Tercepat di Asia Pasifik
Dibaca 30.328 kali