Pesawat dengan nomor registrasi PK-BYK tersebut dilaporkan mendarat secara tidak normal dan terbalik di perairan dangkal, namun kedua awak di dalamnya berhasil selamat dan kini dalam penanganan medis di Klinik API Banyuwangi.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Surabaya, Didit Arie Ristandy, mengonfirmasi bahwa kedua kru pesawat dalam kondisi selamat. Sementara itu, Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Muhamad Hariyadi, menjelaskan bahwa informasi mengenai kecelakaan pesawat tersebut diterima pihaknya sekitar pukul 15.00 WIB melalui laporan resmi dari Airnav Banyuwangi. Menurut Hariyadi, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan proses penyelamatan berlangsung cepat.
Direktur API Banyuwangi, Capt. Daniel Dewantoro Rumani, dalam keterangan resminya menyatakan bahwa pesawat yang mengalami insiden memiliki sertifikasi kelayakan terbang yang masih aktif. Certificate of Airworthiness (CoA) pesawat itu berlaku hingga 20 Desember 2025, sementara Certificate of Registration (CoR) masih aktif hingga 8 Desember 2025. Selain itu, asuransi pesawat juga dikonfirmasi masih berlaku hingga 22 November 2027.
Capt. Daniel menegaskan bahwa seluruh armada API Banyuwangi dalam kondisi terawat secara berkala dan sepenuhnya diasuransikan sesuai dengan regulasi penerbangan nasional. Ia juga memastikan bahwa kejadian ini tidak mengganggu jadwal pelatihan para taruna, dan kegiatan belajar tetap berjalan seperti biasa. “Yang paling penting, kru kami dalam kondisi valid, dan pesawat memang layak terbang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Daniel menekankan bahwa insiden tersebut bukan dikategorikan sebagai kecelakaan pesawat jatuh, melainkan sebagai successful ditching atau pendaratan darurat yang sukses. Penilaian ini merujuk pada fakta bahwa kru pesawat selamat dan prosedur penyelamatan berjalan dengan baik. Diketahui, saat kejadian berlangsung, pesawat tengah digunakan untuk latihan lanjutan dalam rangka memperoleh lisensi penerbangan komersial atau Commercial Pilot License (CPL).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian setempat, pesawat terlihat terbang rendah di atas Pantai Gumuk Kantong sebelum akhirnya melakukan pendaratan darurat. Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchammad Wahyudi, menjelaskan bahwa saksi mata melihat pesawat terbang dari arah selatan ke utara dengan ketinggian kurang dari tiga meter di atas permukaan tanah. Saat itu, baling-baling pesawat masih berputar namun dengan kecepatan yang lambat, yang mengindikasikan adanya gangguan pada sistem mesin.
Pesawat akhirnya jatuh dan terbalik dengan posisi roda menghadap ke atas. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Beberapa warga dan nelayan setempat segera mendekat begitu melihat pesawat mendarat secara tidak normal. Dua orang kru yang keluar dari pesawat langsung dievakuasi dengan bantuan masyarakat sekitar.
Upaya evakuasi badan pesawat dimulai sejak sore hari dan berlangsung hingga malam. Sekitar pukul 21.00 WIB, bangkai pesawat berhasil dipindahkan ke daratan. Proses ini membutuhkan waktu lebih dari enam jam karena medan yang sulit dan ukuran pesawat. Untuk mempermudah evakuasi, sayap pesawat dipisahkan terlebih dahulu dari badan utamanya—dimulai dari sayap kiri, kemudian dilanjutkan sayap kanan. Setelah pemisahan sayap berhasil dilakukan, badan pesawat dapat digeser menjauh dari laut dengan bantuan alat berat dan kerja sama puluhan nelayan dan warga sekitar.
Mesin traktor turut dikerahkan untuk membantu menarik badan pesawat ke darat. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab pasti insiden tersebut. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan gangguan mesin yang menyebabkan pilot harus mengambil keputusan melakukan pendaratan darurat di perairan pantai. Pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah diberitahu mengenai kejadian ini dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab utama insiden.
Meskipun menimbulkan kekhawatiran, insiden ini justru menjadi pengingat akan pentingnya prosedur darurat dalam pelatihan penerbangan dan kesiapsiagaan kru dalam menghadapi situasi tak terduga. Penanganan cepat dari tim SAR, warga, serta kesiapan institusi penerbangan dalam merespons keadaan darurat turut menghindarkan potensi risiko yang lebih besar. Hingga saat ini, proses investigasi terus berlanjut dan pihak API Banyuwangi menjanjikan kerja sama penuh dalam proses penyelidikan. (*)
Penerbangan Langsung Singapura–Labuan Bajo Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Investasi
26 Mar 2025, 18:47 WIB
Wings Air Resmikan Penerbangan Makassar–Selayar, Perkuat Akses ke Destinasi Tersembunyi
19 Mar 2025, 18:31 WIB
BBN Airlines Indonesia Alihkan Fokus Bisnis ke Layanan Carter Pesawat Model ACMI
08 Mar 2025, 18:04 WIB
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara Demi Stabilkan Tiket Pesawat Lebaran
05 Mar 2025, 17:54 WIB
Peristiwa
25 Feb 2025, 17:37 WIB
Rute Penerbangan
20 Feb 2025, 17:21 WIB
Peristiwa
17 Feb 2025, 16:59 WIB
Peristiwa
06 Feb 2025, 16:26 WIB
Peristiwa
24 Jan 2025, 15:59 WIB
Rute Penerbangan
23 Jan 2025, 14:19 WIB
Peristiwa
10 Jan 2025, 13:50 WIB
Rute Penerbangan
07 Jan 2025, 13:03 WIB
Info Bandara
02 Jan 2025, 12:30 WIB
Info Bandara
29 Apr 2024, 13:53 WIB
Rute Penerbangan
25 Apr 2024, 13:49 WIB
Info Bandara
24 Apr 2024, 13:44 WIB
Peristiwa
23 Apr 2024, 13:39 WIB
Maskapai
23 Apr 2024, 13:35 WIB
Info Bandara
22 Apr 2024, 13:31 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:13 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:06 WIB
Regulasi
17 Apr 2024, 13:03 WIB
Maskapai
15 Apr 2024, 12:55 WIB
Info Bandara
08 Apr 2024, 12:53 WIB
Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...

Soekarno-Hatta Terpilih Sebagai Bandara dengan Pemulihan Tercepat di Asia Pasifik
Dibaca 30.565 kali