Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat, khususnya selama masa mudik Lebaran. Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyampaikan bahwa penyesuaian harga avtur akan dilakukan di bandara-bandara yang berada di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura. Penurunan harga tersebut diharapkan mampu membantu industri penerbangan nasional dalam menyediakan layanan penerbangan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Fadjar menjelaskan bahwa kebijakan ini dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk dinamika harga minyak global dan kondisi pasar dalam negeri sepanjang bulan Maret dan April. Ia menegaskan bahwa meskipun harga diturunkan, Pertamina tetap menjamin keberlangsungan bisnis perusahaan dan tetap memberikan dukungan optimal terhadap sektor penerbangan dalam negeri. Penurunan harga juga ditetapkan berdasarkan tren kenaikan permintaan avtur di 37 lokasi bandara yang dipilih.
Adanya penurunan harga avtur ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam mendukung kebijakan pemerintah yang sebelumnya telah menurunkan harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi hingga 14 persen selama masa Angkutan Lebaran 2025. Dengan beban operasional maskapai yang lebih ringan, maskapai diharapkan mampu menawarkan harga tiket yang lebih kompetitif tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Menurut Fadjar, kebijakan ini merupakan bentuk kontribusi aktif Pertamina dalam mendukung mobilitas masyarakat selama momentum mudik Lebaran. Ia berharap inisiatif tersebut mampu memberikan efek positif dalam menjaga kestabilan harga tiket penerbangan domestik dan memberikan ruang bagi maskapai untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para penumpang.
Penurunan harga avtur akan diberlakukan di 37 bandara yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Beberapa di antaranya meliputi Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Kualanamu di Sumatera Utara, Sultan Hasanuddin di Makassar, Ngurah Rai di Bali, serta Yogyakarta International Airport di Kulon Progo. Daftar lengkap bandara tersebut mencakup berbagai titik utama di seluruh penjuru Indonesia yang menjadi simpul penting dalam arus mudik Lebaran.
Langkah strategis ini juga sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya meminta agar harga tiket pesawat domestik dapat ditekan guna mengurangi beban masyarakat. Penyesuaian harga tiket pesawat ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kelancaran, kemudahan, dan kenyamanan masyarakat dalam melakukan perjalanan pulang kampung.
Kebijakan insentif ini juga bersinergi dengan program lain yang telah diumumkan pemerintah, seperti pemotongan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada pembelian tiket pesawat kelas ekonomi domestik. Pemerintah telah menetapkan bahwa penumpang hanya perlu membayar 5 persen PPN dari yang seharusnya 11 persen, dengan 6 persen ditanggung oleh pemerintah. Ketentuan tersebut berlaku untuk tiket yang dibeli sejak 1 Maret hingga 7 April 2025, dengan jadwal penerbangan dari 24 Maret hingga 7 April 2025.
Dengan kombinasi antara penurunan harga avtur dan insentif pajak, harga tiket pesawat selama periode mudik tahun ini mengalami penurunan rata-rata hingga 14 persen. Pemerintah berharap insentif ini akan memberikan dampak langsung kepada masyarakat, khususnya mereka yang ingin merayakan Idulfitri di kampung halaman namun terkendala biaya transportasi.
Penurunan harga avtur di tengah fluktuasi harga minyak dunia juga menunjukkan langkah Pertamina yang cukup berani. Di satu sisi, perusahaan tetap menjaga keberlanjutan operasional dan bisnisnya, namun di sisi lain tetap mampu merespons kebutuhan publik yang mendesak pada momen penting tahunan ini. Keputusan ini juga menunjukkan adanya koordinasi yang baik antara Pertamina, maskapai penerbangan, operator bandara, dan pemerintah dalam satu kesatuan strategi nasional menjelang Lebaran.
Sementara itu, para pelaku industri penerbangan menyambut baik kebijakan ini karena dianggap dapat membantu meringankan beban biaya operasional mereka yang selama ini cukup tinggi, terutama terkait bahan bakar dan biaya kebandarudaraan. Di sisi konsumen, penurunan harga tiket dan biaya bahan bakar diyakini dapat meningkatkan daya beli serta memperbesar minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi udara.
Diharapkan, kebijakan kolaboratif semacam ini bisa menjadi pola kerja sama jangka panjang antara pemerintah, BUMN, dan swasta dalam menghadirkan layanan publik yang lebih efisien dan terjangkau. Terlebih di masa-masa tertentu seperti Lebaran, di mana permintaan layanan transportasi melonjak drastis dan menjadi kebutuhan pokok jutaan warga Indonesia. (*)
Penerbangan Langsung Singapura–Labuan Bajo Resmi Dibuka, Dorong Pariwisata dan Investasi
26 Mar 2025, 18:47 WIB
Wings Air Resmikan Penerbangan Makassar–Selayar, Perkuat Akses ke Destinasi Tersembunyi
19 Mar 2025, 18:31 WIB
BBN Airlines Indonesia Alihkan Fokus Bisnis ke Layanan Carter Pesawat Model ACMI
08 Mar 2025, 18:04 WIB
Pertamina Turunkan Harga Avtur di 37 Bandara Demi Stabilkan Tiket Pesawat Lebaran
05 Mar 2025, 17:54 WIB
Peristiwa
25 Feb 2025, 17:37 WIB
Rute Penerbangan
20 Feb 2025, 17:21 WIB
Peristiwa
17 Feb 2025, 16:59 WIB
Peristiwa
06 Feb 2025, 16:26 WIB
Peristiwa
24 Jan 2025, 15:59 WIB
Rute Penerbangan
23 Jan 2025, 14:19 WIB
Peristiwa
10 Jan 2025, 13:50 WIB
Rute Penerbangan
07 Jan 2025, 13:03 WIB
Info Bandara
02 Jan 2025, 12:30 WIB
Info Bandara
29 Apr 2024, 13:53 WIB
Rute Penerbangan
25 Apr 2024, 13:49 WIB
Info Bandara
24 Apr 2024, 13:44 WIB
Peristiwa
23 Apr 2024, 13:39 WIB
Maskapai
23 Apr 2024, 13:35 WIB
Info Bandara
22 Apr 2024, 13:31 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:13 WIB
Info Bandara
18 Apr 2024, 13:06 WIB
Regulasi
17 Apr 2024, 13:03 WIB
Maskapai
15 Apr 2024, 12:55 WIB
Info Bandara
08 Apr 2024, 12:53 WIB
Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...

Soekarno-Hatta Terpilih Sebagai Bandara dengan Pemulihan Tercepat di Asia Pasifik
Dibaca 30.565 kali