Kabar Haji 2025
Kabar Haji 2025
Home
»
Peristiwa
»
Detail Berita


Garuda Indonesia Siap Tambah 100 Pesawat dari Airbus dan Boeing Akhir 2025

Foto: Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia bersiap melakukan ekspansi besar-besaran dengan menambah hingga 100 unit pesawat baru. (Istimewa)
Modern Fashion
Oleh : Joko Yuwono

Jakarta, infopesawat.com – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia bersiap melakukan ekspansi besar-besaran dengan menambah hingga 100 unit pesawat baru dari produsen global Boeing dan Airbus pada akhir tahun 2025. Rencana ambisius ini diungkapkan Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza dalam sebuah acara resmi di Jakarta pada Kamis, 13 Maret 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan Faisol saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan nota kesepahaman antara PT Dirgantara Indonesia dan PT Yogya Presisi Teknikatama Industri di kantor Kementerian Perindustrian. Ia menyampaikan bahwa informasi mengenai rencana pembelian ratusan pesawat oleh Garuda berasal langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Bapak Presiden beberapa waktu lalu saat peluncuran Danantara menyampaikan bahwa Garuda Indonesia akan melakukan pemesanan pesawat hingga 100 unit pada akhir tahun ini,” ujar Faisol merujuk pada peluncuran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang berlangsung pada 24 Februari 2025.

Faisol menambahkan bahwa penambahan armada ini tidak akan berhenti pada tahun 2025 saja. Ia mengindikasikan bahwa pesanan Garuda Indonesia kemungkinan akan terus bertambah dalam beberapa tahun mendatang seiring dengan kebutuhan industri penerbangan nasional yang kian meningkat.

Langkah ekspansi armada Garuda ini dinilai sebagai sinyal positif bagi kebangkitan industri kedirgantaraan Indonesia, khususnya sektor komersial. Kementerian Perindustrian menilai, proyek-proyek besar semacam ini akan turut menggerakkan berbagai sektor pendukung, termasuk industri komponen dan permesinan untuk pesawat.

Rencana pembelian pesawat baru tersebut akan difokuskan pada dua raksasa industri penerbangan global, yaitu Boeing dan Airbus. Meski jenis pesawat yang akan dibeli belum dirinci secara spesifik, diyakini pemilihan kedua merek ini sudah mempertimbangkan kebutuhan operasional dan strategi rute Garuda ke depan.

Keberadaan BPI Danantara yang baru diluncurkan diharapkan menjadi katalis untuk memperlancar proses pemesanan tersebut. Lembaga pengelola investasi ini ditugaskan untuk memperkuat pembiayaan proyek-proyek strategis nasional, termasuk di dalamnya rencana ekspansi sektor penerbangan.

Faisol menyampaikan keyakinannya bahwa BPI Danantara dapat memainkan peran penting dalam meyakinkan pihak lessor atau penyewa pesawat, serta produsen seperti Boeing dan Airbus. Menurutnya, dukungan pembiayaan dari lembaga tersebut akan menjadi jaminan bagi keberlanjutan kerja sama antara Garuda dengan para mitra internasionalnya.

“Kami percaya dengan keuangan yang dimiliki Danantara, kami bisa meyakinkan investor maupun produsen seperti Boeing dan Airbus agar mau menjual produknya ke Garuda,” kata Faisol.

Namun, Faisol juga tak menampik bahwa proses ini akan menghadapi tantangan berat. Ia menyebutkan bahwa kapasitas produksi Boeing dan Airbus saat ini sangat terbatas, terutama karena sebagian besar pesawat mereka telah dipesan jauh-jauh hari oleh maskapai-maskapai lain dari berbagai negara.

“Memang tidak mudah, karena produsen pun sudah memiliki banyak komitmen pesanan jangka panjang yang harus mereka penuhi terlebih dahulu. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Garuda,” ujarnya.

Di sisi lain, Faisol menggarisbawahi bahwa Garuda Indonesia memiliki posisi strategis dalam membangkitkan kembali kepercayaan industri penerbangan nasional. Maskapai pelat merah tersebut, yang sempat mengalami tekanan finansial berat dalam beberapa tahun terakhir, kini tengah berupaya bangkit dengan dukungan berbagai kebijakan pemerintah dan reformasi internal.

Rencana penambahan 100 pesawat ini juga mencerminkan optimisme pemerintah terhadap masa depan industri penerbangan Indonesia. Dalam konteks pemulihan pasca pandemi dan peningkatan mobilitas masyarakat, armada baru dianggap sebagai investasi vital untuk memperluas jangkauan rute, meningkatkan frekuensi penerbangan, serta meningkatkan standar layanan Garuda di tingkat internasional.

Meskipun belum ada informasi detail terkait tipe pesawat yang akan dibeli, analisis pasar memperkirakan Garuda akan mengincar kombinasi antara pesawat berbadan lebar untuk rute jarak jauh dan pesawat berbadan sempit untuk rute domestik dan regional. Hal ini sejalan dengan strategi diversifikasi rute yang sedang dikembangkan oleh manajemen Garuda.

Langkah strategis ini juga menjadi sinyal penting bagi industri aviasi nasional yang tengah berbenah. Diharapkan, proyek ini dapat merangsang pertumbuhan sektor-sektor terkait seperti manufaktur suku cadang, pelatihan kru, layanan perawatan pesawat (MRO), dan pengembangan bandara.

Dengan target akhir 2025, Garuda Indonesia memiliki waktu kurang dari dua tahun untuk mewujudkan rencana besar ini. Pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian dan BPI Danantara, dipastikan akan terus memantau dan mendukung proses pengadaan armada agar berjalan sesuai dengan jadwal yang direncanakan.

Halaman :

Sorotan


Pemerintah Libatkan Lion Air Layani Penerbangan Jamaah Haji Indonesia Tahun 2025

Peristiwa

Lion Air Buka Tiga Jalur Udara Baru dari Palangkaraya ke Makassar, Bali, dan Lombok

Rute Penerbangan

Garuda Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi di Ajang Skyteam The Aviation Challenge

Peristiwa

Pesawat Latih API Lakukan Pendaratan Darurat di Pantai Banyuwangi, Dua Awak Selamat

Peristiwa

Garuda Indonesia Tambah Armada, Perkuat Layanan Penerbangan Domestik dan Internasional

Peristiwa

Pilihan Redaksi

Ini Penyebab BBN Airlines Hentikan Rute Penerbangan Jakarta-Surabaya

Rute Penerbangan

Lion Air Tambah Frekuensi Penerbangan Umrah, Siapkan 66 Jadwal Tiap Pekan

Peristiwa

Penerbangan Langsung Padang–Singapura Kembali Dibuka, Harapan Baru Pariwisata dan Ekonomi Sumbar

Rute Penerbangan

Terminal 2F Bandara Soetta Siap Layani Penerbangan Umrah Mulai Januari 2025

Info Bandara

17 Bandara Kehilangan Status Internasional, Pemerintah Fokus Perkuat Konektivitas Domestik

Info Bandara

Baca Juga

Pelita Air Resmikan Rute Baru Jakarta-Kendari, Perluas Konektivitas Udara Nasional

Rute Penerbangan

Presiden Jokowi Resmikan Bandara Panua Pohuwato, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Info Bandara

Kepatuhan Meningkat, Festival Balon Udara Wonosobo 2024 Berlangsung Aman

Peristiwa

Trigana Air Service, Maskapai Nasional yang Menjadi Penghubung Penting Nusantara

Maskapai

Bandara Sam Ratulangi Kembali Beroperasi Setelah Gunung Ruang Turun Status

Info Bandara

Berita Lainnya

Soekarno-Hatta International Airport Masuk 25 Besar Bandara Terbaik Dunia Versi Skytrax

Info Bandara

Bandar Udara Sam Ratulangi Ditutup Sementara Akibat Erupsi Gunung Ruang

Info Bandara

Pemerintah Cabut Aturan Pembatasan Barang Kiriman Pekerja Migran Indonesia

Regulasi

Merger Citilink dan Pelita Air akan Dilakukan Bersamaan dengan Proses Merger Garuda Indonesia dan InJourney

Maskapai

Penumpang di 35 Bandara InJourney Naik 21 Persen Saat Puncak Arus Mudik Lebaran 2024

Info Bandara

Internasional
Lihat Semua
Domestik
Lihat Semua